Beranda Analisa

4 Hal Menarik yang Jarang Orang Ketahui dari Xiaomi Mi 4i

48
0

Berselang hanya dalam waktu 1 minggu sejak acara peluncurannya, jam 11 siang ini Xiaomi mengadakan flash sale Mi 4i untuk pertama kalinya di Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini flash sale tidak hanya akan ada di Lazada namun juga Blibli. Kali ini juga mereka yang dapat membeli pada flash sale hanyalah mereka yang telah melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Gadgeteers salah satu di antaranya?

Meski terlihat dan terdengar sama dengan smartphone Xiaomi lainnya, Mi 4i menyimpan beberapa kisah menarik tersendiri di belakang pembuatannya yang jarang diungkap ke publik pada acara resmi. Berikut 4 kisah di antaranya yang sempat dituturkan oleh Hugo Barra, Vice President Global Xiaomi di Jakarta usai acara peluncuran ponsel seharga Rp2.799.000 ini 1 minggu yang lalu :

1) Prosesor Khusus

Mi-4i-Snapdragon-615-GG

Sebagai vendor smartphone nomor 5 terbesar dunia tahun 2014, Xiaomi adalah pelanggan Qualcomm Snapdragon terbesar nomor 3 dunia. Dengan posisi istimewa tersebut, Xiaomi bukan saja dapat akses ke prosesor terbaru namun juga dapat berdiskusi langsung dengan para insinyur Qualcomm di India untuk mengkustomisasi prosesor pesanan mereka sesuai dengan keinginan untuk memperoleh kombinasi penggunaan daya baterai lebih kecil namun menghasilkan performa yang lebih baik.

Mi 4i merupakan salah satu perangkat pertama yang menggunakan prosesor Snapdragon 615 generasi kedua. Tidak hanya sekadar generasi kedua, Snapdragon 615 yang Mi 4i gunakan adalah “Xiaomi Edition” alias dikustomisasi khusus atas permintaan Xiaomi.

Salah satu kustomisasi Snapdragon 615 pada Mi 4i adalah pada CPU scheduler, suatu firmware pada prosesor yang berfungsi menentukan berapa inti prosesor yang menyala dan bagaimana membagi mereka untuk beberapa tugas berbeda. Snapdragon 615 asli tidak pernah membuat inti prosesor offline melainkan membuat inti prosesor tersebut dalam kondisi idle. Xiaomi membuat kustomisasi CPU scheduler yang lebih agresif pada prosesor tersebut dengan membuat inti prosesor tersebut offline di saat tidak ada aplikasi-aplikasi berat yang bekerja pada ponsel dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) guna memprediksi berdasarkan pola penggunaan normal untuk menentukan waktu terbaik meng-offline-kan beberapa inti dari prosesor tersebut karena Xiaomi tidak mau meng-offline-kan inti prosesor yang beberapa detik kemudian harus di-online-kan kembali.

2) Teknologi Baterai Baru

Mi-4i-Battery-GG

Mi 4i dengan layar 5-inch menggunakan baterai lithium-ion polymer berkapasitas 3.120mAh. Yang menarik bukanlah kapasitas baterai itu sendiri namun ketebalan ponsel ini yang hanya 7.8mm membuat ukuran kapasitas baterai tersebut jadi istimewa. Dengan teknologi baterai ponsel standar, menggunakan baterai berkapasitas 3.120mAh pada layar 5-inch akan membuat ponsel jadi bertambah jauh lebih tebal dari 7.8mm. Sebagai contoh Samsung GALAXY S5 dengan ukuran layar 5.1-inch dan ketebalan 8.1mm memiliki kapasitas baterai lithium-ion hanya 2.800mAh.

Untuk mencapai kombinasi tersebut, Xiaomi menggunakan teknologi baterai baru dari Samsung dengan kepadatan energi sebesar 700Wh/L di mana saat Xiaomi mulai merancang Mi 4i sekitar 18 bulan lalu teknologi baterai ini masih berada di dalam laboratorium. Saat ini Mi 4i merupakan ponsel kedua di dunia yang menggunakan teknologi baterai baru ini setelah ponsel flagship Samsung sendiri, Galaxy S6.

Sama seperti Galaxy S6, teknologi quick charge pada Mi 4i juga tidak terlalu impresif. Samsung mengklaim dengan 10 menit charge, Galaxy S6 dapat digunakan selama 4 jam. Xiaomi mengklaim dengan 1 jam charge, Mi 4i dapat terisi hingga 40%. Sebagai perbandingan, teknologi VOOC pada OPPO mampu mengisi 75% baterai N3 yang berkapasitas 3.000mAh hanya dalam waktu 30 menit. Perbedaan yang cukup jauh kan?

3) Lebih Jauh Tentang Sunlight Display

Menggunakan ponsel di bawah cahaya matahari langsung membuat layar ponsel tidak lagi dapat terlihat dengan jelas. Solusinya adalah dengan meningkatkan brightness dari layar. Beberapa ponsel dengan sensor cahaya mampu menyesuaikan tingkat brightness secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu repot mengubah tingkat brightness tiap kali berpindah ruangan. Tidak ada masalah pada solusi auto brightness ini hingga Xiaomi muncul dengan teknologi Sunlight Display.

Sunlight Display menyesuaikan tingkat kontras dari setiap pixel secara real time yang secara signifikan meningkatkan ketajaman tampilan sehingga terik matahari tidak akan banyak mempengaruhi kualitas gambar. Ketika auto brightness pada ponsel lain meningkatkan kecerahan dari seluruh layar, Sunlight Display hanya akan meningkatkan brightness seperlunya tanpa membuat daerah terang pada layar jadi terlalu terang. Perubahan warna di tingkat pixel diimplementasikan pada area gambar pada layar yang paling terang dan gelap. Efeknya? Penggunaan daya baterai yang lebih hemat pastinya.

Hingga saat ini Xiaomi tidak memberikan pilihan bagi pengguna untuk mematikan atau menyalakan fitur Sunlight Display karena mereka anggap akan membingungkan pengguna awam. Sunlight Display bekerja di dalam sirkuit khusus digital signal processor (DSP) yang terdapat pada chipset Qualcomm yang memungkinkan fitur ini bekerja dengan penggunaan daya yang sangat-sangat kecil dibandingkan jika fitur ini bekerja pada prosesor. Saat ini Sunlight Display hanya dapat dengan MIUI sehingga jika pengguna mengganti ROM maka Mi 4i-nya tidak lagi dapat mengaktifkan fitur ini. Xiaomi berencana membuka akses ke kernel fitur ini kepada para pengembang ROM lainnya sekitar 3 bulan setelah Mi 4i dipasarkan atau sekitar awal Agustus 2015 nanti.

4) Harga & Keputusan yang Mengikutinya

Mi-4i-Harga-GG
Sejak awal merancang Mi 4i sekitar 18 bulan lalu, Xiaomi melihat data angka penjualan ponsel baik di Indonesia, India dan negara Asia lainnya pada jangka harga Rp2-3 juta ternyata berkali lipat lebih banyak dibandingkan dengan angka penjualan ponsel di atas harga Rp4 juta.

Berangkat dari target harga di bawah Rp3 juta tersebut maka lahirlah beberapa keputusan penting seperti penggunaan prosesor Snapdragon 615 dibandingkan dengan menggunakan prosesor Snapdragon 801/808/810 seperti kebanyakan ponsel flagship lain dan kapasitas penyimpanan internal tanpa opsi penambahan microSD yang hanya 16GB dan bukan 32GB atau 64GB seperti kebanyakan ponsel flagship lain yang juga tanpa opsi penambahan microSD.

Topik Hot Lainnya:   4 Masalah di Samsung GALAXY S4 dan Cara Mengatasinya