Beranda Tips

5 Mitos Baterai Ponsel yang Sering Bikin Salah Paham

10
0

Dalam beberapa tahun terakhir, smartphone telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Peningkatan diberikan di sana sini, mulai dari prosesor, RAM, kamera, dan layar. Namun, tetap saja ada sebuah aspek yang masih bisa dikatakan mengecewakan bagi sebagian besar penggunanya, yakni daya tahan baterai.

Mungkin Gadgeteers pernah membaca beberapa solusi yang bisa dilakukan supaya baterai di smartphone terus bekerja secara optimal. Namun, tahukah Gadgeteers, jika sebagian dari “solusi” tersebut hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya? Disadur dari AndroidAuthority, inilah kelima mitos tersebut:

1. Mengisi baterai semalaman penuh akan berakibat buruk untuk baterai

Biasanya, mitos selalu berasal dari sebuah asal-usul yang cukup beralasan, termasuk mitos yang satu ini. Mitos ini tidak salah jika Gadgeteers masih menggunakan ponsel jadul. Beberapa tahun lalu, baterai lithium ion dalam ponsel jadul memang beresiko untuk mengalami overheat, bahkan meledak jika dicharge dalam jangka waktu lama.

Namun, ponsel zaman sekarang sudah diberikan teknologi untuk mengatur daya yang masuk ke dalam baterainya, sehingga masalah di atas bisa Gadgeteers lupakan.

http://cdn-media-2.lifehack.org
http://cdn-media-2.lifehack.org

2. Kita harus menghabiskan daya di dalam baterai sebelum kembali mengisinya

Mitos ini berawal dari sifat baterai berbahan nikel yang memang bisa melupakan kapasitas aslinya jika kita tidak menghabiskan daya sebelum kembali mengisinya. Namun, baterai lithium ion yang saat ini dipakai di ponsel Gadgeteers sudah memiliki sifat yang sangat berbeda.

Memang, baterai lithium ion juga akan mengalami penurunan kapasitas maksimal sebanyak 10-20%, namun itu baru akan terjadi setelah digunakan selama beberapa tahun.

3. Selalu gunakan charger resmi dalam mengisi baterai

“Ponsel Meledak Karena Menggunakan Charger Abal-abal”. Gadgeteers mungkin pernah membaca berita dengan judul seperti itu. Dari situlah mitos nomor tiga ini berasal. Menggunakan charger yang tidak resmi memang berbahaya jika Gadgeteers menggunakan charger abal-abal seharga Rp 20 ribu yang bisa kita temui di pinggir jalan.

Topik Hot Lainnya:   Ponsel Android Buatan BlackBerry Miliki Keyboard Fisik

Namun, jika Gadgeteers mau mengisi ponsel Samsung Gadgeteers dengan charger Xiaomi, OnePlus, LG (yang tentunya asli) atau sebaliknya, sama sekali tidak ada masalah. Perlu jadi catatan jika mitos ini masih berlaku untuk charger USB tipe C, karena teknologinya yang belum umum bagi sebagian vendor.

http://cdn.setuix.com
http://cdn.setuix.com


4. Menutup semua aplikasi yang sedang berjalan bisa menghemat baterai

Lagi-lagi mitos yang ketinggalan zaman. Jika Gadgeteers masih menggunakan smartphone jadul, menutup beberapa aplikasi memang bisa membuat kerja smartphone menjadi lebih ringan dan mulus. Namun, dengan begitu pesatnya optimalisasi software dari para vendor, langkah menutup aplikasi hanya buang-buang waktu saja.

5. Mematikan Bluetooth dan Location services akan menghemat baterai secara signifikan

Dulu, kedua fitur ini memang akan menguras baterai smartphone secara diam-diam. Namun dengan perkembangan sistem di dalamnya, daya yang dibutuhkan tidak lagi sebanyak dulu. Penghematan daya yang dihasilkan dari menyalakan mode pesawat terbang (hanya menambah sekitar 30 menit dalam 1 hari) juga tidak sebanding dengan jalur komunikasi kita yang terputus.

http://cdn.makeuseof.com
http://cdn.makeuseof.com

via AndroidAuthority.com
diedit oleh WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + 15 =