Beranda Berita

Akui Kekalahan, BlackBerry Mulai Fokus ke Android

16
1

Research In Motion Limited disingkat RIM merupakan nama perusahaan yang menghadirkan perangkat bernama BlackBerry kepada kita semua. Tetapi ternyata nama BlackBerry malah lebih dikenal ketimbang RIM, sehingga pada akhirnya sekitar tahun 2013 perusahaan tersebut memutuskan mengganti namanya menjadi BlackBerry Limited (BlackBerry Ltd.).

Perangkat BlackBerry sendiri pernah memiliki masa kejayaannya, tetapi sekitar tahun 2010 ketika Apple memperkenalkan iPhone 4-nya. Ponsel tersebut menjadi BlackBerry Killer. Selain itu, tidak hanya ponsel milik Apple saja yang membuat BlackBerry kewalahan.

Tetapi juga ponsel berbasis Android, hal tersebut dibuktikan dengan kejatuhan BlackBerry berdasar statistik bahwa pada bulan Juni 2015 lalu, hanya ada sekitar 2.28 juta orang yang menggunakan ponsel berbasis BlackBerry, jumlah tersebut sangat kontras karena dari 190.3 Juta orang yang menggunakan smartphone. Itu artinya hanya ada sekitar 1.2% saja yang menggunakan ponsel berbasis BlackBerry.

Sebenarnya BlackBerry tidak menyerah begitu saja. Pada tahun 2013 lalu, mereka memperkenalkan 2 buah perangkat baru dengan sistem operasi teranyar yaitu BlackBerry 10. Kedua perangkat terbaru dari BlackBerry ini adalah BlackBerry Z10 dan BlackBerry Q10. Tetapi hal tersebut tidak berjalan dengan baik, ponsel mereka lebih kalah eksis ketimbang ponsel berbasis Android maupun iOS. Ditambah lagi, perusahaan besar seperti Facebook dan Whatsapp yang memutuskan untuk meninggalkan BlackBerry 10.

Mau tidak mau BlackBerry harus mengakui kekalahannya dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidak akan lagi menghadirkan perangkat BB10, malah sebenarnya mereka tidak akan lagi menghadirkan perangkat dengan sistem operasi buatan mereka sendiri.

John Chenthenational.ae

CEO BlackBerry, John Chen dalam wawancaranya bersama The National beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa perusahaannya tetap akan mendukung mereka pengguna perangkat BB10 setidaknya dalam kurun waktu 2 tahun lagi. Kali ini perusahaannya sudah memfokuskan diri dalam membuat ponsel berbasis Android dan berada di ranah mid-range.

John Chen pun mengungkapkan bahwa perangkat Android pertama mereka yaitu BlackBerry Priv memiliki harga yang cukup tinggi. Sehingga hal tersebut membuat banyak konsumen yang pada awalnya tertarik menjadi mengundurkan diri. Ia mengakui bahwa hal tersebut memang kurang begitu bijak untuk perusahaan yang sebenarnya sekarang dalam masa sulit. “Saya sebenarnya ingin membelinya,” ungkap John Chen menjelaskan kembali kritik yang pernah diterimanya, “Tetapi $700 terlalu mahal. Saya lebih tertarik dengan¬†perangkat seharga¬†$400-an”.

Topik Hot Lainnya:   Huawei Rilis Dua Varian Tablet MediaPad T3

via Pocket-lint.com

featured image via staticworld.net

diedit oleh WN

1 KOMENTAR

  1. salah satu kekalahan blackbbery…krn blackberry tidak pernah buat dual sim ,
    Di negara berkembang spt indonesia sgt penting Hp dengan 2 sim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − four =