Beranda Berita

Akun Pengguna Bocor, Google+ Ditutup

12
0

Jejaring pertemanan milik Google yaitu Google+  yang diluncurkan pertama kali pada 28 Juni 2011, dikabarkan sedang mengalami masalah keamanan. Terdapat bug atau celah keamanan yang memungkinkan pihak lain dapat mengakses semua data pribadi milik pengguna Google+. Ada sekitar 500.000 akun pengguna yang data pribadinya bocor.

Kebocoran ini terkait dengan API yang digunakan untuk Google+, 438 aplikasi berpotensi memiliki akses ke nama, tanggal lahir, alamat email, foto profil, pekerjaan, dan lebih banyak data yang mencakup 496.951 pengguna Google+.

Google sendiri telah mengetahui masalah bug ini sejak 2015 hingga Maret 2018. Dan Google telah berhasil menutup bug tersebut. Namun baru mempublikasikan secara umum tanggal  8 Oktober 2018. Meski bug jadi fokus perbaikan ke depan, Google memberi waktu 10 bulan bagi pengguna untuk memindahkan data-data yang dibutuhkan dan tersimpan di Plus, sebelum media sosial ini benar-benar tutup pada Agustus 2019.

Image source : techcrunch.com
Image source : techcrunch.com

Selain menutup Google+, perusahaan ini juga mengumumkan penyesuaian privasi baru untuk layanan Google lainnya. Perubahan API akan membatasi akses pengembang ke data di perangkat Android dan Gmail. Pengembang tidak akan lagi menerima log panggilan dan izin SMS di perangkat Android dan data interaksi kontak tidak akan tersedia melalui API Kontak Android. API yang sama itu juga menyediakan data interaksi dasar, seperti siapa Anda terakhir mengirim pesan, dan izin itu juga dicabut.

Sedangkan untuk layanan Gmail, perusahaan akan  memperbarui Kebijakan Data Pengguna untuk versi konsumen dari layanan email. Langkah ini akan membatasi aplikasi dan ruang lingkup akses mereka ke data pengguna. Selain alasan keamanan, alasan Google untuk menutup sementara Google+ adalah kurang minatnya pengguna akan jejaring sosial milik Google ini. Tercatat 90% pengguna hanya 5 detik mengakses Google+.

Topik Hot Lainnya:   Fuchsia OS Bakal "Bunuh" Android?

Untuk menjaga privasi pengguna layanan yang di miliki oleh Google, perusahaan ini akan membuat program audit yang Google beri nama Project Strobe. Project ini akan secara umum mengkaji lebih lanjut akses pihak ketiga terutama pengembang yang akan menggunakan atau telah menggunakan API Google.

via PhoneArena.com
WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + five =