Beranda Berita

Ericsson Pamerkan Teknologi 5G Berkecepatan 5Gbps

9
0

Saat ini teknologi data tercepat baru mampu ditawarkan oleh 4G LTE, itupun hanya dapat dinikmati oleh negara-negara maju dan masih dalam hitungan jari. Amerika Utara yang memiliki tingkat adopsi teknologi 4G pun diprediksi pada tahun 2019 baru digunakan oleh 85% pengguna perangkat mobile.

Bisa dibayangkan bagaimana dengan negara-negara lain yang notabene punya sumber daya yang lebih minimum misalnya Indonesia. Namun kondisi tersebut tampaknya tak menghentikan Ericsson untuk melompat satu langkah lebih maju dengan mengembangkan teknologi 5G.

Tak tanggung-tanggung, Ericsson bahkan unjuk gigi dengan mendemonstrasikan teknologi 5G yang mereka kembangkan secara langsung. Di hadapan jajaran manajemen senior AT&T, NTT DOCOMO dan SK Telecom, Ericsson sukses menghadirkan kecepatan data hingga hingga 5 Gbps pada frekuensi jaringan 15 GHz. Kecepatan data yang dahulu hanya ada dalam fiksi ilmiah, kini sudah dapat dirasakan meski baru sekedar ujicoba.

Ujicoba yang digelar pada awal Juli 2014 lalu di Ericsson Lab di Kista, Swedia menjadi bukti kepiawaian Ericsson dalam menciptakan teknologi yang mumpuni. Padahal banyak pihak berkeyakinan implementasi teknologi 5G baru dapat dilakukan pada tahun 2020.

Kesiapan Ericsson menghadirkan jaringan data super cepat melalui teknologi 5G ini menjadi angin segar. Sebab kebutuhan akan data super cepat makin meningkat seiring dengan perubahan tren penggunaan perangkat mobile. Dahulu, penggunaan data internet didominasi oleh perangkat desktop dan notebook. Namun kini cukup dengan smartphone dan tablet, pengguna dapat menjelajah dunia maya selama terdapat akses data.

Menurut prediksi Ericsson, dari tahun 2013 hingga 2019 akan terjadi lonjakan pertumbuhan permintaan data sebesar 10 kali lipat hanya di sektor mobile di mana perangkat M2M seluler aktif mencapai 3 kali lipat.

Topik Hot Lainnya:   Pemuda ini Rela Menginap 5 Hari Demi Menjadi Pembeli Pertama iPhone X

Terlebih teknologi 5G akan menjadi kunci utama bagi aplikasi machine-to-machine (M2M) generasi berikutnya. Seizo Onoe, Executive Vice President and Chief Technical Officer di NTT DoCoMo memberikan pernyataan bahwa teknologi 5G akan memberikan akses data yang lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap dunia industri.

Saat ini jaringan data 4G masih belum menyentuh sebagian besar negara. Tercatat hanya Amerika Utara, Tiongkok dan Korea Selatan yang berada di poll position di lintasan persaingan adopsi jaringan internet khususnya 4G LTE. Dalam laporan terbaru Ericsson Mobility Report bulan Juni 2014 lalu Korea Selatan tercatat sebagai pengguna jaringan LTE terbesar dengan persentase di atas 50% kemudian disusul oleh Jepang sebesar 30%.

Demonstrasi jaringan 5G yang dilakukan oleh Ericsson menggunakan konsep tatap muka yang lebih moden dan teknologi Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) terkini. Tidak hanya dari sisi piranti lunak, guna merealisasikan manuver ini Ericsson juga melakukan perombakan di sisi perangkat keras mulai antena dengan daya akses bandwidth yang lebih lega. Kemudian mereka juga  membangun stasiun radio yang dirancang dengan teknologi khusus guna mendukung pelaksaan ujicoba jaringan 5G ini.

Kendati masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, namun kesuksesan ujicoba yang digelar oleh Ericsson menjadi pertanda baik paling tidak menegaskan eksistensi mereka di industri jaringan data.

 featured image via citifmonline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 1 =