Beranda Games

ESport Mulai Memperketat Pemakaian Doping

1
0

Di dalam olahraga, banyak cara yang dilakukan agar seorang atlet atau tim bisa memiliki keadaan yang lebih unggul dibanding dengan lawannya. Cara-cara itu dapat meliputi latihan yang lebih banyak, memakai alat yang lebih bagus, atau terlebih dahulu mengetahui informasi tentang lawannya.

Ketika semua usaha itu sudah dilakukan dan masih terasa tidak cukup, maka ada atlet yang mulai menggunakan cara illegal. Salah satu cara yang illegal dalam hal itu adalah dengan menggunakan obat penambah performa atau yang lebih kita kenal dengan sebutan doping. Jika seorang atlet ketahuan memakai doping, maka secara otomatis gelar yang dia dapatkan akan dicabut dan akan mendapatkan hukuman.

11002

Tidak hanya olahraga konvensional yang memiliki masalah dengan doping, olahraga jenis esport juga bermasalah dengan hal itu, dan mungkin lebih besar dari biasanya. Dengan jumlah hadiah uang yang tidak sedikit, penyelenggara esport seperti ESL mulai melarang penggunaan doping yang sepertinya sudah menjadi rahasia umum di komunitas esport. ESL mulai memperhatikan isu doping ini karena jumlah penonton yang sudah semakin tinggi, mendekati event olahraga sungguhan, dan jumlah hadiah yang sudah mencapai jutaan dollar. Tapi apakah usaha ini diperlukan?

Seorang pemain game Counter Strike: Global Offensive, mengakui kalau semua orang di dalam timnya, Cloud 9, memakai obat stimulant jenis Adderall ketika sedang menjalani turnamen. Di dalam sebuah video interview, dia juga mengakui kalau hampir semua pemain esport menggunakan doping untuk meningkatkan konsentrasi mereka.

Adderall adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk menangani kurangnya fokus. Obat itu membantu para penggunannya untuk berkonstentrasi, mengurangi rasa lelah, dan bisa meningkatkan reflek (sesuatu yang sangat penting dalam dunia game). Obat ini juga biasa digunakan para pelajar untuk meningkatkan performa dalam mempersiapkan ujian. Di dunia olahraga tradisional, Adderall sudah banyak dilarang di pertandingan resmi.

Topik Hot Lainnya:   4 Rekomendasi Game Menggambar dan Mewarnai Untuk Anak-anak Hingga Dewasa

Banyak juga obat-obatan lain yang bisa menambah performa para atlet seperti Ritalin untuk meningkatkan konsentrasi, dan selegiline, untuk meningkatkan mood dan motivasi selama turnamen berlangsung. ESL dan beberapa penyelenggara yang lain sudah mempunyai aturan soal doping dan menggunakan aturan dari World Anti-Doping Agency (WADA). Tapi mengingat belum banyak yang benar-benar menerapkannya, aturan ini masih sulit untuk dilaksanakan.

Tentu sebagai penikmat tontonan esport, kita ingin melihat performa terbaik dari para pemain tanpa dipengaruhi obat-obatan tambahan. Selain terasa tidak adil bagi pemain yang tidak menggunakannya, kasus doping ini juga perlu lebih dianggap serius oleh mereka jika ingin esport semakin sejajar dengan olahraga tradisional dan menarik lebih banyak sponsor untuk berpartisipasi.

via engadget.com
featured image via Gizmag.com
diedit oleh WN