Beranda Berita

Galaxy Note 7 Diisukan Akan Ditarik dari Pasar, Samsung Rugi Rp93 Triliun

11
0

Dua hari yang lalu calon pengguna Samsung Galaxy Note 7 di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dikecewakan oleh keputusan Samsung yang menunda pengiriman ponsel dengan teknologi pemindai iris ini hingga tanggal 17 September 2016 mendatang. Alasannya terdengar sederhana, Samsung gagal mengantisipasi tingginya antusiasme pelanggan sehingga mereka kewalahan untuk memenuhi permintaan yang masuk.

Galaxy-Note-7-Indo-Telat

Namun, menurut berita terbaru yang dikabarkan oleh kantor berita Yonhap di Korea Selatan, bukan antusiasme pelanggan yang membuat Samsung kewalahan, melainkan kualitas perangkat yang tidak sempurna. Yonhap mengabarkan jika Samsung sedang mempersiapkan sebuah pengumuman untuk menarik semua perangkat yang telah berada di tangan pengguna. Saat ini, Yonhap juga mengklaim jika Samsung sedang mengadakan pembicaraan dengan beberapa operator di Amerika yang sudah meluncurkan Samsung Galaxy Note 7, seperti Verizon Wireless.

Kabar ini diperkuat oleh laporan dari The Korea Herald yang mengabarkan jika Samsung sedang mempertimbangkan penarikan Samsung Galaxy Note 7 karena kualitas baterai yang tidak sempurna. Sebelumnya memang sudah beredar beberapa kabar mengenai meledaknya baterai di ponsel flagship ini. “Hasil dari investigasi dan tindakan lanjutan akan diumumkan akhir pekan ini, atau paling lambat awal pekan depan,” kata seorang pegawai Samsung. Orang yang tidak ingin namanya disebut ini juga mengaku jika isu baterai yang tidak sempurna ini hanya mempengaruhi kurang dari 0.1% perangkat yang ada, tapi jelas perusahaan sekelas Samsung tidak mau mengambil resiko apapun yang bisa memperkeruh keadaan.

Samsung Note 7 Meledak

Tidak hanya berdampak bagi tingkat kepercayaan pelanggan, kasus keterlambatan dan isu penarikan besar-besaran ini juga memberikan pukulan yang berat bagi perusahaan asal Korea Selatan ini di bursa saham. Sejak kedua berita tersebut bermunculan, nilai bersih dari perusahaan Samsung Electronics Co Ltd berkurang sebanyak US$7 miliar, atau sekitar Rp93 triliun. Tentunya menarik untuk melihat langkah Samsung selanjutnya dalam menghadapi masalah ini.

Topik Hot Lainnya:   HTC Beberkan Tanggal Peluncuran Flagshipnya

Update :
Android Authority melaporkan bahwa Samsung telah membuat pernyataan resmi untuk menghentikan penjualan dan menarik Galaxy Note 7 dari seluruh dunia karena beberapa laporan insiden ledakan yang terjadi sejak 19 Agustus silam. Saat ini Samsung tengah bekerja untuk mengganti perangkat yang terpengaruh selama sekitar 2 minggu ke depan.

via reuters.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + 18 =