Beranda Berita

Go-jek Dilarang, Netizen Berang

4
0

Selama tahun 2015, layanan transportasi umum berbasis aplikasi di smartphone menjadi primadona masyarakat ibukota, terutama Go-jek, yang baru – baru ini mendapat predikat salah satu aplikasi terpopuler tahun 2015 dari Google Play Store. Namun sebuah kabar mengejutkan datang dari Kementerian Perhubungan yang melarang ojek ataupun taksi yang berbasis daring (online) untuk beroperasi.

Larangan operasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono, ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggataan angkutan umum. Secara otomatis, aplikasi sejenis lainnya seperti GrabBike, Uber, Ladyjek dan lainnya resmi dilarang beroperasi.

18001

Tak ayal, para netizen (pengguna aktif sosial media), langsung melontarkan respon negatif terkait dengan keputusan ini. Banyak yang menyesalkan larangan tersebut karena layanan transportasi online sangat membantu mereka dalam berpergian secara lebih fleksibel. “Susah kalo mau pergi-pergi jauh kalo gak ada lagi Go-Jek. Di samping lebih cepet, kita sebagai perempuan juga merasa aman” ujar @bungataec di Twitter.

Ada juga netizen yang mempertanyakan keberadaan ojek pangkalan yang masih bisa beroperasi walaupun sama sekali tidak memenuhi ketiga syarat di atas. “Ojek online dilarang dengan alasan angkutan umum itu minimal roda 3. Terus ojek pangkalan selama ini gimana?” kicau @RonsImawan.

Keputusan dari Menteri Jonan juga dianggap aneh karena beberapa waktu sebelumnya, Presiden Jokowi sempat mengundang para driver Go-Jek ke istana negara. Jokowi juga turut mengajak pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim, untuk berangkat ke Silicon Valley sebagai perwakilan industri digital Indonesia di depan para calon investor.

via Cnnindonesia.com dan Tekno.kompas.com
diedit oleh WN

Topik Hot Lainnya:   Limit 280 Karakter Diluncurkan untuk Pengguna Twitter di Seluruh Dunia