Beranda Berita

Indonesia Dominasi Kejuaraan Dunia Live Overclock di Amerika Serikat

0
0

Berita suka cita hadir di penghujung tahun 2015 di mana anak bangsa berhasil mengibarkan Bendera Merah-Putih dalam sebuah kompetisi bertaraf internasional. Dalam sebuah kejuaraan dunia live overclock Kingston HOT yang diselenggarakan oleh Kingston di Fountain Valley, California, Amerika Serikat, Indonesia yang diwakili oleh Alva Jonathan (nickname: Lucky_n00b) berhasil meraih gelar teratas sebagai juara pertama.

Mengalahkan 9 peserta final lainnya yang berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Argentina, Polandia (juara 2 tahun berturut-turut), Italia, Afrika Selatan, dan juga rekan senegaranya dari Indonesia. Pencapaian prestasi membanggakan ini menjadikan Alva sebagai orang Asia pertama yang berhasil memenangkan kejuaraan dunia overclock bergengsi ini di Amerika Serikat.

“Saya sangat bersyukur dan sekaligus merasa sangat beruntung bisa memenangkan kejuaraan yang sangat bergengsi Kingston H.O.T tahun ini. Dari sisi persiapan, ini adalah kejuaraan dunia dengan persiapan paling minim yang pernah saya jalani. Seharusnya persiapan kejuaraan dunia seperti ini dilakukan selama beberapa minggu. Namun, sejak awal Desember saya sudah disibukkan dengan penyelenggaraan AOCT di Jabodetabek, demo overclock, dan langsung dilanjutkan dengan kejuaraan dunia di Wuhan, Tiongkok di mana saya berhasil meraih posisi ke-3. Dalam sebulan meraih 2 prestasi dunia adalah pencapaian yang membanggakan bagi saya pribadi. Lebih membanggakan karena saya membawa nama Indonesia,” ujar Alva Jonathan dengan ekspresi penuh kegembiraan.

Tentang Kejuaraan Dunia Overclocking HyperX OC Takeover (H.O.T.)
 

Pemenang-Overclock-2015


Kejuaraan Dunia Overclocking HyperX OC Takeover (H.O.T.) diselenggarakan oleh produsen memori Kingston. Babak penyisihan untuk kejuaraan dunia ini dilakukan secara online. Dari kejuaraan online ini hanya sedikit overclocker terbaik dari setiap region yaitu Amerika Utara, Amerika Latin, EMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika), dan Asia yang berhak memperoleh undangan ke final kejuaraan dunia ini. Sesi final kejuaraan ini dilakukan di Fountain Valley, California, Amerika Serikat pada tanggal 16 dan 17 Desember 2015 lalu.

Di babak final, Indonesia berhasil mengirimkan 2 wakilnya dengan mengalahkan seluruh peserta lain dari Asia. Mekanisme pertandingan dan penjurian dalam kejuaraan ini diserahkan kepada tim dari HWBOT.org. Situs yang menjadi acuan skor hasil pertandingan serta rekor dunia ini merupakan salah satu pihak yang paling antusias dalam pengembangan overclock di seluruh dunia. Kejuaraan ini pun disiarkan secara live oleh overclocking-tv.com di kanal-kanal online mereka. Juara pertama lomba ini memperoleh hadiah senilai US$ 7,000 (sekitar Rp95.5 juta), juara kedua US$ 5,000 (sekitar Rp73.3 juta), dan juara ketiga US$ 3,000 (sekitar Rp43.9 juta)

Adapun peserta Final Kingston H.O.T. ini adalah:
 

  • Amerika Utara: Splave and Fugger
  • Asia: Hazzan and Lucky_n00b
  • EMEA: Rsannino and DrWeez
  • Amerika Latin: Nacho_arroyo and Joe90br
  • Wildcard: Gunslinger

 

Topik Hot Lainnya:   Posh Mobile Micro X S240, Smartphone Android Paling Kecil di Dunia

Jalannya Pertandingan

 

Alva-Jonathan-Overclock-GG

Final kejuaraan ini dibagi menjadi 3 sesi pertandingan. Skor akumulatif dari ketiga pertandingan tersebut adalah penentu kemenangan. Di hari pertama, Alva berhasil meraih peringkat dua dalam sesi 1 dan peringkat tiga dalam sesi 2. Sesi kedua ini berhasil dimenangkan oleh overclocker asal Indonesia lainnya, Hasan Jadid (Hazzan). Sementara itu, juara bertahan, Xtreme_Addict (Polandia) berhasil meraih posisi pertama di sesi 1 dan peringkat kedua di sesi 2. Terpaut cukup jauh dari peringkat pertama umum, Alva harus meraih keunggulan 3 peringkat terhadap Polandia di sesi 3, hari berikutnya.

Di hari kedua, persaingan berlangsung dengan amat ketat, peserta dari negara lain akhirnya bisa bergantian mendominasi papan peringkat atas. Akan tetapi, pada akhirnya Alva mampu meraih peringkat kedua dalam sesi 3 ini. Terpaut cukup jauh dari Polandia, Alva berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dalam keseluruhan lomba dan memenangkan peringkat pertama kejuaraan dunia di Amerika Serikat ini. Sementara itu, Hazzan (Indonesia) meraih peringkat ketiga, melengkapi dominasi Indonesia di Amerika Serikat dalam kejuaraan dunia ini.

 

Alva Jonathan catat prestasi gemilang di 2 kejuaraan dunia live overclocking dalam 1 bulan

 

Alva-Jonathan-INDONESIA-GG

Wakil Indonesia dalam kejuaraan dunia di Amerika Serikat ini, Alva Jonathan, berhasil meraih gelar juara pertama. Uniknya, tidak sampai 1 minggu sebelumnya, wakil Indonesia ini berhasil meraih posisi ke-3 dalam kejuaraan dunia overclock lain, yaitu Galaxy GOC di Wuhan, China.

Alva Jonathan, dikenal juga dengan nickname Lucky_n00b, adalah overclocker profesional asal Jakarta, kelahiran 2 Januari 1986. Alva yang memulai debut di dunia overclocking di sekitar awal tahun 2000-an, saat masih menjadi murid SMP, kini telah dianggap sebagai salah satu overclocker terbaik di Indonesia. Berikut adalah jajaran perolehan gelar kejuaraan live overclock tingkat internasional yang telah berhasil diraihnya :

  • Juara 1 MSI Master Overclocking Arena 2008, Taipei, Taiwan
  • Juara 2 MSI Master Overclocking Arena 2013, Taipei, Taiwan
  • Juara 1 Galax Overclocking Carnival 2013, China
  • Juara 3 Galax Overclocking Carnival 2014, China
  • Juara 3 Galax Overclocking Carnival 2015, China
  • Juara 1 HWBOT World Tour Asia 2015, Taipei, Taiwan
  • Juara 1 Kingston HyperX OC Takeover (H.O.T.), California, USA

Saat ini, selain aktif mengharumkan Indonesia di kancah overclocking Internasional, Alva juga aktif mendorong lahirnya overclocker-overclocker baru di Indonesia, termasuk dengan menggelar berbagai seminar dan lomba untuk overclocker pemula. Sebagai kapten dalam team overclock JagatReview, Alva aktif menjadi juri utama kejuaraan overclock nasional tingkat pemula, AOCT (Amateur Overclocking Tournament) yang sudah berhasil memperkenalkan dunia overclock ke ratusan peserta baru, sejak tahun 2012.

Ke depannya, Alva sudah menyatakan komitmennya untuk tetap mengusung Bendera Merah-Putih di kejuaraan-kejuaraan dunia live overclock berikutnya sembari terus mencetak bibit-bibit overclocker baru dari Indonesia.