Beranda Berita

Memberikan Informasi yang Tidak Sesuai, Uber Didenda Rp266 Miliar

2
0

Tentunya, sekarang ini informasi merupakan khalayak denyut nadi. Di era yang serba digital ini, informasi bisa didapatkan dengan mudah, entah itu melalui internet, maupun televisi. Namun hati-hati dalam memberikan informasi yang sifatnya sensitif, terutama dapat membuat orang lain tergoda dan akhirnya terjebak ke dalamnya. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh penyedia taksi online Uber.

Uber kenda denda 20 juta dolarindianexpress.com

Dikabarkan, perusahaan yang juga menghadirkan layanan taksi online-nya di Indonesia tersebut harus membayar denda sebesar US$20 Juta atau sekitar Rp266 Miliar! Sebuah badan perdagangan Amerika Serikat yang dikenal dengan Federal Trade Commission (FTC) menuntut perusahaan yang sudah berdiri semenjak 7 tahun lalu tersebut akibat penyalah-gunaan informasi yang tidak sesuai kepada para calon pengemudi. FTC menyebutkan bahwa Uber memberikan promosi yang terlalu berlebihan.

Uber dalam situsnya mengklaim bahwa pendapatan rata-rata seorang supir UberX adalah sekitar US$900 ribu atau setara Rp1.2 miliar di New York dan sekitar US$74 ribu atau setara Rp986 juta di San Francisco. Namun di sisi lain, FTC dalam hasil penyelidikannya membuktikan bahwa hanya terdapat sekitar kurang dari 10 persen supir UberX yang mendapat pendapatan seperti yang disebutkan oleh Uber dalam promosinya tersebut.

Ironisnya, selain soal pendapatan per tahun tersebut. Uber pun dinilai membohongi sopir terkait kebijakan penyewaan mobil. Perusahaan ride-sharing tersebut mengatakan bahwa walaupun tidak punya mobil, sopir dapat menarik penumpang yakni caranya dengan menggunakan mobil rental yang disediakan oleh Uber. Dalam situsnya, Uber mengatakan bahwa sopir dapat meminjam mobilnya dengan membayar sekitar US$199 per minggu atau sekitar Rp1.5 juta-an. Namun dalam kenyataannya berbeda, seorang sopir harus membayar sekitar US$160 atau sekitar Rp1.6 juta hingga US$200 atau sekitar Rp2.6 juta dalam satu minggunya.

Topik Hot Lainnya:   Linksys Hadirkan Wireless Router MU-MIMO Pertama di Indonesia

Direktur Biro Perlindungan Konsumer, Jessica Rich pun mengungkapkan bahwa Uber meraup banyak untung dengan memanfaatkan ketidak-tahuan sopir terkait pendapatan dan pengeluaran yang sesungguhnya.

Di sisi lain, Uber pun dikabarkan menyetujui untuk membayar denda tersebut. Nantinya, denda sebesar US$20 Juta tersebut akan dibagikan kepada para pengemudi malang yang tertipu. Lalu untuk ke depannya, mereka pun diminta untuk memperbaiki dan mengganti bahasa promosinya agar lebih realistis dan tidak menyesatkan. Di Indonesia sendiri bagaimana, apakah Gadgeteers merasakan hal yang serupa?

via FTC.gov
featured image via thestar.com
WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × two =