Beranda Review

Nokia 3, 5, 6 Review Indonesia

49
0

Di bawah naungan HMD Global, kini Nokia bangkit dari tidur panjangnya dan merilis 3 smartphone sekaligus yang sudah menggunakan sistem operasi Android di Tanah Air. Apakah 3 smartphone ini mampu membawa nama Nokia kembali eksis? Inilah review Nokia 3, 5 dan 6. Ketiga smartphone Nokia ini punya segmen yang berbeda. Nokia 3 masuk kelas entry level, Nokia 6 ada segmen menengah ke atas, sementara Nokia 5 berada di antara keduanya. 

Ponsel Nokia memang dikenal dengan build quality yang solid dan DNA ini kembali diturunkan di trio smartphone Android Nokia ini. Iya, ketiganya sama-sama memiliki rangka aluminum yang kuat dan layar yang sudah terlindung Gorilla Glass 3, termasuk Nokia 3 yang masuk kategori entry level. Demi mengurangi ongkos produksi, hanya Nokia 5 dan 6 yang menggunakan bodi full metal sementara bodi Nokia 3 berlapiskan plastik polikarbonat tapi tidak terasa murahan dan nyaman di tangan.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Backcover

Nokia 6 punya bodi paling solid karena dibuat  dari blok aluminium seri 6000 yang membutuhkan proses manufaktur selama 55 menit. Ini terbukti dari pemakaian sehari-hari, tanpa pakai case pelindung, terbentur tembok dan meja, ditaruh di kantong  bareng uang logam dan bodi Nokia 6 tetap baik-baik saja.

Kuat saja tidak cukup. Karena punya sudut-sudut yang cenderung tajam, Nokia 6 terasa kurang nyaman digenggam. Ukurannya yang paling bongsor dari dua smartphone Nokia lainnya membuatnya kurang bersahabat buat Gadgeteers yang tangannya kecil.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Grip

Kalo soal kenyamanan di tangan, Nokia 3 saya rasa paling pas di genggaman dan lekukan-lekukan bodi yang tegas mengingatkan saya dengan seri Lumia. Jika mempertimbangkan ukuran layar di atas 5-inch, masih nyaman digenggam dan pake bodi metal, Nokia 5 sih paling pas. O iya, di paket penjualan Nokia 5 ada bonus jelly case yang kualitasnya sih biasa-biasa saja tapi lumayan untuk melindungi bodinya yang meski sama-sama metal tapi tidak setangguh Nokia 6.

Ketiga smartphone Nokia ini mendukung dual sim card 4G berjenis nano dan microSD namun hanya Nokia 6 yang slot sim-nya hybrid yang otomatis harus berbagi tempat kalau mau memperluas ruang penyimpanan. Agak aneh memang, dibanderol lebih mahal tapi “pelit” slot. Entah itu demi bodi yang lebih tipis atau karena anggapan punya penyimpanan yang paling besar maka microSD bukanlah sebuah prioritas.

Nokia 6 Review Indonesia - Hybrid SIM

Yang membedakan antara ketiga smartphone Nokia ini salah satunya adalah ukuran layar. Nokia 3 dibekali layar paling mungil di antara yang lain yaitu 5-inch. Sementara layar Nokia 5 dan Nokia 6 masing-masing berukuran 5.2-inch dan 5.5-inch.

Membandingkan ketiganya, ternyata masing-masing layar smartphone Nokia ini punya saturasi warna yang berbeda. Meski dibanderol lebih murah dan resolusi yang hanya HD 720p, layar Nokia 3 cenderung lebih nyala. Bahkan di kondisi brightness paling rendah, layar Nokia 3 masih dapat dilihat cukup jelas. Nokia 5 yang resolusinya juga sama-sama HD justru punya warna yang cenderung kekuningan yang terkesan hangat tapi malah terlihat kurang pop-up untuk menampilkan visual yang cantik. Sementara layar Nokia 6 punya kerapatan paling tinggi di 403 ppi dan dengan ukuran layar paling lebar ini memang terasa puas untuk menikmati konten multimedia.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Layar

Sayangnya Nokia 3 tidak punya Sunlight Mode seperti di Nokia 5 dan 6 yang dengan pintar mengatur warna layar sehingga mudah terlihat walaupun digunakan di bawah terik matahari. Untungnya fitur brightness-nya ada meski visibilitasnya di luar ruang tentu tidak semaksimal Sunlight Mode.

Trio smartphone Nokia ini menjalankan sistem Android Nougat murni yang menggunakan tampilan stock ala Pixel atau Android One. Seperti yang dijanjikan HMD Global, semua smartphone Nokia di bawah naungannya bakal kebagian update ke Android Oreo. Memang bukan sekedar janji, lewat program Beta Labs, Nokia 5 dan 6 yang saya review ini sudah bisa mencicipi manisnya Oreo meski belum versi final. Nokia 3 yang spesifikasinya low-end pun juga akan mendapatkan update Android terbaru ini meski hingga kini belum juga dirilis. Dugaan saya karena chipset Mediatek yang membuat proses update Nokia 3 ini terlambat dari dua saudaranya.

Nokia 3 5 6 Indonesia - Oreo Update

Android Oreo di Nokia 5 dan 6 hadirkan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan Android Nougat namun kini transisi terasa lebih smooth dan opsi-opsi di pengaturan disusun lebih ringkas. Selain pembaruan patch security, Android Oreo di Nokia 5 dan 6 juga hadirkan fitur baru yaitu Picture-in-Picture (PiP). Dengan fitur PiP ini memungkinkan kita memainkan video dalam tampilan floating window. Fitur ini sangat berguna waktu lagi asik-asiknya nonton video tapi pengen buka aplikasi lain tanpa harus menutupnya. Btw.. Tidak semua aplikasi bisa gunakan fitur ini, termasuk YouTube yang gratisan. Iya, khusus YouTube, hanya versi langganan yang bisa menggunakan fitur PiP ini.

Perlu kamu ketahui, Android Oreo yang saya coba di Nokia 5 dan 6 ini masih Beta dan belum bebas dari bugs. Contohnya Google Photo yang force close saat dipakai untuk edit foto di Nokia 6. Di Nokia 5 juga sempat kena namun cepat diperbaiki lewat update terbaru. Iya, hingga video ini rilis, Android Oreo Beta  di Nokia 5 ini sudah 3x mendapat update, termasuk update security Januari 2018.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Belanja dan Buka Toko Online via Ponsel dengan Shopee

Nokia 5 6 Indonesia - Stock ROM Oreo

Menggunakan stock ROM emang membuat kinerja ketiga smartphone ini lebih smooth namun tampilan yang terlalu standar ini terasa membosankan dan tentu fitur yang dtawarkan tidak sebanyak ROM yang sudah dikustomisasi seperti MIUI-nya Xiaomi tapi dengan tampilan yang tidak neko-neko dan sesuai standar Google membuat Nokia lebih mudah memberikan update sistem operasi Android yang paling gres. Tidak hanya mentok di  Oreo, HMD juga janjikan update hingga ke Android P yang tahun ini kemungkinan tahun ini dikenalkan Google.

Meski performa terasa smooth saat menjelajah menu sampai buka tutup aplikasi, ternyata ketiga smartphone Nokia ini usung hardware yang tidak terlalu mewah. Di kelas entry level, Nokia 3 gunakan dapur pacu langganan smartphone sejutaan, apalagi kalau bukan Mediatek MT6737, chipset 4 core 64 bit. Untuk kebutuhan dasar dan akses aplikasi yang ringan, Nokia 3 bisa menjalankannya dengan lancar. Namun untuk aplikasi yang agak berat seperti Instagram, lag tidak jarang ditemui. Ya harap maklum RAM-nya hanya 2GB, spesifikasi yang terbilang pas-pasan untuk smartphone saat ini. Buat main game? Dengan GPU Mali T720, main Mobile Legends awal-awal lancar jaya. Lag mulai terasa saat saya sedang battle sama musuh dan mengeluarkan macam-macam skill yang menonjolkan efek visual.

Nokia Review Indonesia - Mobile Legend

Sementara Nokia 5 dan 6 sudah menggunakan prosesor yang lebih ngebut yaitu Snpadragon 430. Meski kelasnya masih di bawah Snapdragon 625, chipset 8 core dengan clock speed 1,4GHz ini mampu melibas aplikasi dan game yang terbilang berat dan penuh action seperti game Shadow Fight 3 dan Cover Fire. Lag yang dirasakan lebih jarang, responsivitas layar pun juga tidak ada masalah. Panas tidak dipakai main game lama-lama? Saya coba main game sudah nyaris 30 menit dan suhu Nokia 6 yang bodinya sudah full metal  ini masih di bawah 40 derajat. Masih wajar lah ya segini?

Kapasitas penyimpanan Nokia 5 ternyata sama seperti Nokia 3 yaitu 16GB tapi tidak perlu khawatir dengan kapasitas penyimpanan pas-pasan saat Gadgeteers menggunakan smartphone dengan stock Android. Yaps, di sini fungsi dedicated slot SIM terasa sekali manfaatnya karena memugkinkan microSD diformat menjadi penyimpanan internal. Kalau sudah diformat as internal storage, beberapa aplikasi bisa dipindah ke MicroSD dan tentu membuat penyimpanan internal lebih lega. Saran saya, gunakan MicroSD dengan kecepatan write dan read yang tinggi supaya kinerjanya tetap stabil.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Internal Storage

Hal lain yang membedakan trio Nokia ini adalah kameranya. Resolusi kamera belakang Nokia 3 itu 8MP, Nokia 13MP dan Nokia 6 16 MP. Karena masih menggunakan Nougat, user interface (UI) kamera Nokia 3 beda sendiri dari UI kamera di Oreo pada Nokia 5 dan 6 yang terlihat lebih sederhana dan fresh. Menurut saya, UI kamera racikan Nokia kali ini masih jauh dari UI kamera Nokia Lumia yang tampilannya cukup pro.

Tombol shutter-nya responsif meski autofokus ketiganya belum bisa dibilang cepat. Mode burst juga tersedia saat menekan tombol shutter selama beberapa detik. Mode manual hanya bisa saya gunakan di Nokia 5 dan 6 tapi di sini parameter yang bisa diubah sedikit sekali, bahkan pengaturan ISO pun tidak tersedia. Saya hanya bisa berharap semoga Nokia benar-benar merombak ulang UI dan fitur kamera ini mengingat Nokia dulu terkenal cukup inovatif di dunia kamera ponsel.

Nokia Review Indonesia - Camera UI

Lalu bagaimana dengan hasil fotonya? Ketiganya sama-sama menggunakan kamera belakang tunggal dan tidak bisa digunakan untuk membuat bokeh seperti smartphone kekinian. Hasil kamera Nokia 3 terlihat over-exposure dan lebih pucat. Unsur putihnya sangat dominan.  Sementara Nokia 5 cenderung lebih hangat dan menampilkan warna yang sesuai objek aslinya. Hanya kadang-kadang hasil fotonya terlihat lebih gelap. Meski detail bisa ditangkap dengan baik dari kondisi terang sampai redup, namun saya merasa hasilnya tidak terlalu istimewa.  Hasil kamera Nokia 6 bisa dibilang lebih baik dibandingkan dengan dua saudaranya, detilnya lumayan bagus dengan tingkatan noise yang masih terjaga. Saturasi foto tidak terlalu tinggi, hanya saja temperatur foto terkadang cenderung kebiruan di kondisi pencahayaan tertentu terutama indoor.

Untuk foto-foto lowlight, sepertinya jangan berharap dapat hasil yang baik dan minim noise. Bahkan Nokia 6 yang dibanderol paling mahal pun kualitas foto lowlight-nya masih terbilang rendah. Mengaktifkan LED flash mungkin lebih bijak meski cahayanya sendiri terlalu keras di objek yang difoto dan membuat background sekitarnya jadi terlihat gelap.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Perbandingan Hasil Foto Kamera

Sementara kamera depan ketiga smartphone ini kompak di resolusi 8MP tapi buat selfie lebih asik di Nokia 5 dan 6 karena ada autofocus. Hasilnya ya biasa-biasa aja, efek beautify-nya pun terasa kurang cetar. Ketiga smartphone Nokia ini tidak punya LED flash di depan tapi khusus di Nokia 5 dan 6 Gadgeteers bisa memanfaatkan cahaya layar untuk lighting pas dipakai selfie di lowlight.

Kamera Nokia 5 dan 6 bisa merekam video Full HD di 30 fps, sementara Nokia 3 hanya mampu merekam hingga resolusi HD karena keterbatasan chipset. Secara warna dan kualitas, hasil videonya sudah baik. Hanya saja, tanpa adanya OIS maupun EIS, hasil perekaman sedikit goyang terutama jika tangan tidak terlalu stabil.  Tersedia opsi slow-motion hingga timelapse menjadi salah satu niai tambah di Nokia 5 dan 6 meski hasilnya biasa-biasa saja.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Main Game Cumaceban.com Bisa Dapat iPhone 6!

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Perbandingan Hasil Selfie

Meski dibanderol dengan harga yang berbeda, Nokia cukup fair untuk menanamkan sensor yang terbilang lengkap untuk smartphone masa kini di ketiga smartphone ini. Bahkan di harga sejutaan, sensor yang dimiliki Nokia 3 cukup juara karena sudah dibekali sensor gyroscope buat main game VR atau menonton video 360. Tidak cuma itu saja, ketiganya juga sudah dibekali konektivitas NFC, fitur yang menjadi cukup vital di saat masuk jalan tol, naik bus TransJakarta dan commuter line sekarang wajib bayar non tunai alias pakai uang elektronik. Smartphone dengan NFC menjadi kebutuhan sebagai media yang paling mudah untuk mengecek saldo e-money. Selain itu, NFC juga bisa dipakai buat transfer file antar smartphone semudah menempelkan kedua perangkat.

Yang ada di Nokia 5 dan 6 namun absen di Nokia 3 adalah sensor sidik jari. Saya maklum dengan banderol harganya. Lokasi sensor sidik jari di depan ini cukup strategis dan responsif meski bukan yang tercepat di kelasnya.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Sensor

Mengusung speaker stereo lengkap dengan smart amplifier dan Dolby Atmos membuat Nokia 6 cukup bisa diandalkan di sektor audio. Namun sejak di-update ke Android Oreo Beta, setting dolby Atmos hilang. Hal ini diakui oleh HMD dan mereka akan menghadirkannya kembali di Oreo versi final. Bass cukup terasa dari speaker di sisi bawah ponsel.

Untuk menunjang segala fitur yang diusungnya tadi, Nokia 5 dan 6 sama-sama dibekali baterai tanam berkapasitas 3000 mAh, sementara Nokia 3 lebih kecil di 2.650 mAh. Seberapa lama daya tahan baterainya? Screen on time yang saya dapetkan di ketiga smartphone ini di bawah 4 jam untuk pennggunaan yang relatif intensif dalam sehari. Seperti update social media jalan terus, main Mobile Legends sampai tidak terhitung berapa match, tes kamera buat foto dan video, hingga streaming YouTube. Belum puas, saya coba tes battery life ketiga smartphone ini dengan PCMark. Hasilnya, Nokia 5 paling unggul di angka 11 jam.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Screen on Time

Waktu pengisian daya masing-masing smartphone pun beda. Hasil pengujian Nokia 6 paling cepat pengisian dayanya dari 5% sampai penuh hanya butuh waktu 2,5 jam, disusul dengan Nokia 3 yang nyaris 3 jam dan Nokia 5 paling lama karena makan waktu hingga nyaris 3,5 jam. Waktu yang lumayan lama untuk sekedar mengisi baterai berkapasitas 3000 mAh. Ya hal tersebut sebenarnya wajar karena output charger-nya hanya 1A.

Oke jadi kesimpulannya Nokia 3, 5 dan 6 cocok buat siapa? Ketiganya bukanlah tipikal smartphone untuk semua orang. Dengan harga di bawah Rp 2 juta, Nokia 3 bisa berikan bodi yang berkelas dan layar yang baik. Smartphone ini cocok untuk Gadgeteers yang butuh fitur-fitur basic smartphone dengan konektvitas 4G, NFC dan Gadgeteers yang mau mencoba pengalaman memakai sistem operasi Android yang up to date tanpa menghabiskan banyak uang.

Nokia 3 5 6 Review Indonesia - Target Market

Nokia 5 menjadi jawaban ketika Gadgeteers butuh layar yang lebih lebar, bodi full metal dan RAM yang lebih lega untuk multitasking yang lebih lancar. Namun sepertinya Nokia 5 ini kurang cocok buat Gadgeteers yang hobi install banyak aplikasi mengingat sisa penyimpanan  internal yang siap pakai hanya sekitar 10GB-an.

Kalau Gadgeteers lebih mengutamakan aspek multimedia di smartphone, memilih Nokia 6 mungkin lebih bijak. Layarnya beresolusi full HD dan keluaran suara speaker-nya yang prima membuat smartphone ini cocok dipakai buat konsumsi multimedia dan tentu saja main game yang butuh layar lebih lebar demi kenyamanan.

Sekali lagi Nokia 3, 5 dan 6 memang bukan smartphone untuk semua orang yang menawarkan spesifikasi canggih kekinian dengan harga ekonomis layaknya merek sebelah yang banyak fans-nya itu. Kembalinya Nokia di industri smartphone memang ditunggu dan sebagai mantan pengguna Nokia, saya berharap Nokia bisa kembali berinovasi khususnya di sektor kamera yang dulu pernah membuat Nokia menjadi sang raja. Murah atau mahal semua kembali pada selera, kebutuhan dan yang pasti budget Gadgeteers.


 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 2 =