Beranda Berita

OnHub, Wireless Router Buatan Google dan TP-LINK

0
0

Ketika mendengarkan kata router, kebanyakan orang akan memikirkan sebuah perangkat yang berbentuk kotak dengan beberapa antena yang tersambung, dan akan sering dilupakan karena perannya memang selalu di belakang layar. Google mencoba untuk mengubah peran sebuah router yang “membosankan” ini. Kemarin, Google mengumumkan sebuah router bernama OnHub.

Dilihat dari bentuknya saja, kita akan langsung mendapat pesan dari Google kalau ini bukanlah router yang sama seperti yang ada di pasaran sekarang.

20001

Yang menjadi nilai jual utama pada Google OnHub adalah mudah untuk digunakan. Gadgeteers bisa mengatur OnHub menggunakan smartphone yang berbasis iOS atau Android bernama Google On, yang terlihat simpel dan ramah dengan pengguna awam. Saat ini, fitur-fitur yang ada pada Google On masih terbatas pada memberi prioritas traffic pada device tertentu, memonitor penggunaan internet, dan membantu dalam pengaturan dan troubleshooting.

OnHub mendukung jaringan Wi-Fi 2.4GHz dan 5GHz dengan spesifikasi yang cukup handal untuk sebuah router. Di dalamnya terdapat processor Qualcomm Atheros IPQ9064 dengan RAM 1GB dan penyimpanan internal 4GB, sistem di dalam OnHub dijalankan dengan menggunakan OS Android Brillo. Yang unik, OnHub juga memiliki speaker. Sayangnya, hanya ada 2 WAN port di yang ada pada OnHub, 1 untuk modem dan 1 lagi untuk komputer, sisanya harus terhubung secara wireless.

20003

Google mengklaim router ini lebih handal dalam menjangkau bagian-bagian rumah dengan adanya 13 antena lingkar yang disematkan di dalam OnHub. Dalam membuat router ini, Google bekerja sama dengan TP-LINK, yang sudah mempunyai reputasi yang tinggi di dalam dunia networking. Mungkin sebagian besar dari Gadgeteers juga pernah memakai router atau produk lain dari TP-LINK seperti cluod camera.

Selain kehandalannya dalam kekuatan jaringan, OnHub juga memiliki nilai estetik yang jarang kita temui dari router biasa. OnHub memiliki bentuk seperti tabung dan dilengkapi dengan lingkaran cahaya yang menjadi indikator dari koneksi yang sedang dipakai. Jika internet kita sedang berjalan, maka lingkarannya akan berwarna hijau, dan jika ada masalah pada koneksi, akan berwarna orange.

Topik Hot Lainnya:   Google Go & Android Oreo Go, Solusi Google untuk Ponsel Entry-Level

Untuk saat ini OnHub hanya terdapat di negara Amerika dan Kanada dengan harga US$200 (sekitar Rp2.7 juta). Tentunya kita bisa berharap banyak kalau OnHub akan masuk ke Indonesia, mengingat TP-LINK yang menjadi partner Google dalam membuat router ini, sudah memiliki pasar yang luas dan selalu meluncurkan produk andalan mereka.

via arstechnica.com
diedit oleh WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − seven =