Beranda Berita

Pena Digital Canggih Ini Mampu Mendeteksi Gangguan Otak Secara Dini

8
0

Di masa perkembangan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat, cara yang paling umum digunakan oleh para dokter untuk mendeteksi gangguan pada otak seperti Alzheimer dan Parkinson adalah dengan menggunakan pena dan kertas.

Metode itu disebut dengan Montreal Cognitive Assesment (MoCA) dan Clock Drawing Test (CDT). Metode ini meminta pasien untuk menggambar sebuah objek seperti jam analog, dan hasilnya bisa menjadi indikator apakah seseorang mengalami suatu gangguan, seperti yang bisa Gadgeteers lihat di bawah. Walaupun cara ini akurat, seringkali sudah terlambat untuk mengambil langkah pencegahan karena sang pasien sudah lama mengalami gangguan itu. Seperti contohnya kasus Alzheimer, butuh waktu 10 tahun atau lebih sebelum pasien memperlihatkan hasil tes yang benar-benar pasti.

18001

Oleh karena itu, para peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) memperkenalkan konsep Anoto Live Pen, sebuah pena ballpoint digital yang mengukur posisinya di atas kertas sebanyak 80 kali per detik dengan kamera yang sudah ditanamkan di dalamnya. Anoto Live Pen memberikan data yang jauh lebih akurat dibanding dengan cara biasa karena pena ini menganalisa pergerakan tangan sang pengguna selama proses menggambar. Data ini sangat penting karena pada metode sebelumnya, analisa CDT hanya dilakukan dengan melihat hasil gambar, bukan dengan melihat menggambarnya. Dengan cara ini, diharapkan gangguan dapat dideteksi dengan lebih cepat dan akurat.

CSAIL bekerja sama dengan Lahey Hospital and Medical Center untuk membuat software pelengkap Anoto Live Pen yang disebut digital Clock Drawing Test (dCDT). Software ini sudah dicoba pada 2600 partisipan selama 9 tahun, dan menemukan sebuah pola dalam orang yang mengalami gangguan tertentu. Di dalam tes ini, partisipan diminta untuk menggambar ulang sebuah gambar jam yang menunjukkan waktu 11.10.

Topik Hot Lainnya:   Diperkenalkan, ZTE Nubia M2 Play Bawa Kamera Selfie Wide-Angle

Orang yang sehat menghabiskan waktunya lebih banyak untuk berpikir dibandingkan waktu untuk menggambar, sedangkan orang yang mengalami gangguan ingatan seperti Alzheimer, menghabiskan waktu yang lebih banyak lagi untuk berpikir dibandingkan orang sehat. Untuk orang yang mengidap Parkinson, mereka menghabiskan waktu yang lebih banyak dalam menggambar jam yang lebih kecil dari contoh. Hal itu menunjukkan kalau mereka berusaha lebih keras, namun menghasilkan lebih sedikit (sebuah hal yang tak dapat dideteksi dengan cara tradisional).

Saat ini teknologi ini belum bisa diterapkan di lapangan karena masih belum benar-benar sempurna, tapi memiliki banyak potensial. Para peneliti masih terus mengembangkan interface yang bisa digunakan oleh para spesialis maupun non spesialis agar bisa digunakan dengan mudah.

via phys.org
diedit oleh WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 4 =