Beranda Tips

Perbedaan Dual Core, Quad Core & Octa Core. Mana yang Lebih Baik?

65
0

Bila Gadgeteers akan membeli sebuah perangkat layaknya ponsel, laptop, tablet, dan lain sebagainya. Pastinya sering memperhatikan terlebih dahulu spesifikasi yang dimiliki oleh perangkat tersebut. Tidak hanya tampilan luar, namun dalamnya pun bisa menjadi salah satu faktor besar untuk membanderol suatu perangkat.

Dari beberapa spesifikasi yang terpampang, biasanya di sana tertera prosesor octa core atau quad core dan lain sebagainya. Tentunya, selain RAM dan spesifikasi lainnya. Jumlah core pada prosesor pun ikut berpengaruh dalam kinerja perangkat Gadgeeteers. Lantas, apa perbedaannya?

perbedaan-corejagatreview.com

Sebelum melanjutkan, alangkah baiknya Gadgeteers memahami sedikit tentang prosesor dan core itu sendiri. Pada hakikatnya, prosesor merupakan otak dari suatu perangkat. Karena ia lah yang memproses segala data yang masuk. Oleh karena itu prosesor bisa dikatakan merupakan inti utama dari sebuah perangkat. Namun tentunya, untuk memproses ratusan bahkan mungkin ribuan data yang masuk tersebut prosesor tidak bekerja sendiri karena ia dibantu oleh apa yang Gadgeteers kenal dengan core.

Sekarang ini, tidak sedikit pengembang yang memasarkan produknya dengan memasang core lebih banyak untuk menarik minat konsumen. Lantas, mengapa mereka tidak menambah kecepatan pengoperasian core-nya saja? Alih-alih harus menambah core.

Jawaban atas pertanyaan tersebut, karena kita tidak bisa menambah kecepatan pada core. Hal tersebut diibaratkan kita memperkerjakan satu orang untuk bekerja secara diporsir. Tentunya ia bekerja diluar batas kemampuannya, dan hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Oleh karena itu, jalan keluarnya adalah menambah jumlah core yang terdapat pada perangkat tersebut.

Single Core

single-coretomshardware.com

Single yang artinya sendiri, atau satu. Jelas dari sini terlihat bahwa prosesor sebagai inti utama atau otak, hanya memiliki satu core saja. Akibatnya, pekerjaan yang dapat dilakukan oleh perangkat tersebut pun terbatas dan kemampuan multitasking-nya akan sangat kurang. Namun yang menjadi nilai plus-nya adalah baterai yang lebih hemat, karena hanya memperkerjakan satu core untuk satu prosesor saja.

Topik Hot Lainnya:   Cara Melihat Postingan yang Pernah Disukai di Instagram

Dual Core

dual-corepcper.com

Ibarat suami istri yang saling bekerja membantu satu sama lain. Prosesor yang dilengkapi dengan dual core akan memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik. Hanya saja konsumsi baterai akan menjadi tinggi. Namun dibalik itu, kinerja akan lebih stabil.

Quad Core

2012-quad-core-phonesmetrotvnews.com

Core yang dimiliki menjadi semakin banyak, hal tersebut membuat perangkat tersebut semakin lihai dalam melakukan pekerjaan multitasking. Selain itu, biasanya penggunaan core berjumlah empat ini membuat perangkat tidak mudah force close. Bila Gadgeteers merupakan seorang gamer namun tetap ingin berhemat, quad-core bisa menjadi pilihan tepat.

Octa Core

octa-coretechaudible.com

Tidak sampai di situ, masih ada lagi yakni octa-core. Dengan jumlah core banyak yakni berjumlah delapan. Tentunya kemampuan multitasking akan menjadi semakin lebih baik. Dalam hal gaming, prosesor octa-core ini sangat cocok untuk digunakan. Namun yang menjadi kekurangannya adalah perangkat menjadi lebih boros baterai.

Lantas, mana yang lebih bagus?

Sebenarnya, semuanya kembali kepada diri Gadgeteers seorang. Bila Gadgeteers adalah seorang seperti hardcore gamer dan multitasker. Maka memilih perangkat dengan core lebih banyak bisa menjadi panutan. Hanya saja bila Gadgeteers adalah seorang yang santai dan tidak terlalu banyak melakukan pekerjaan secara bersamaan.

Perangkat dengan core berjumlah sedikit seharusnya sudah cukup. Hal tersebut selain lebih hemat baterai, harga pun menjadi salah satu alasan yang relevan.

Namun, apakah octa-core lebih cepat daripada quad-core? Jawabannya, tergantung. Sampai saat ini, sebenarnya masih banyak prosesor yang sebenarnya hanya menggunakan 4 core saja sudah cukup. Selain itu, istilah “banyak tangan membuat pekerjaan menjadi lamban” pun kadang ada benarnya juga.

Jadi, pada kesimpulannya, jumlah core tidak selalu menunjukan performa yang lebih baik, apabila tidak diterapkan pada situasi maupun kondisi yang tidak tepat. Nah, bagaimana? Jadi, Gadgeteers cocok menggunakan core banyak, atau sedikit?

Topik Hot Lainnya:   Xiaomi Redmi 6 dan Redmi 6A Resmi Dirilis di Indonesia, Lebih Baik dengan Kamera Ganda

via Jalantikus.com, Makeuseof.com & Trustedreviews.com
featured image via gsmarena.com
WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =