Beranda Analisa

Pertumbuhan Smartphone di Indonesia Terus Meningkat, Feature Phone Masih Bersaing

2
0

Asia Pacific (APAC) dan Oceania menunjukan transisi yang cepat dan jelas ke arah smartphone menurut Laporan Q3 State of Mobile Advertising dari Opera Mediaworks dan Mobile Marketing Association (MMA) yang dirilis hari ini (24/11). Laporan ini mengungkapkan bahwa  di Asia Pasifik platform Android masih menjadi sistem operasi unggulan, dengan 67.1% paparan yang diperoleh melalui perangkat tersebut; dan 30.4% berasal dari kategori lain-lain serta feature phone.

Tren ini berbeda di Australia di mana sistem operasi iOS mendominasi sebesar 68.5% cakupan pasar, dibandingkan dengan Android (30.7%) dan feature phone (1%).  Sedangkan di Indonesia, lebih dari separuh pengguna ponsel di Indonesia masih menggunakan feature phone demikian pula yang terjadi di Vietnam dan Filipina.

Dari sisi ekonomi dan bisnis, pertumbuhan pesat jumlah pengguna smartphone di Asia tentunya memberikan peluang bagi para pemasar dan pengiklan termasuk di Indonesia, terutama dalam iklan video, karena video memiliki dampak yang cukup tinggi dan paling efektif dibandingkan jenis iklan lainnya.

Video-advertising-APAC-Q3
“Kemampuan untuk memberikan nilai yang memiliki dampak optimal dari sebuah iklan video pada smartphone adalah faktor yang memberikan kekuatan pada potensi monetisasi di sebuah pasar,” jelas Vikas Gulati, Managing Director untuk Asia, di Opera Mediaworks. “Tipe iklan ini sangat efektif dalam menarik perhatian, menjalin keterikatan dengan audiens, dan pada akhirnya mengubah mereka menjadi konsumen mobile, sehingga di pasar seperti Australia, yang memiliki paparan video paling tinggi, pengiklan melihat hasil yang kuat dari kampanye rich-media.”

 Jika mengacu pada tingginya rasio impresi iklan video, Australia berada pada urutan tertinggi  dengan 19% diikuti oleh Jepang 15% dan Indonesia di peringkat ketiga dengan 10%. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tren dan perilaku pangsa pasar yang sangat majemuk, namun hal ini membuka peluang yang besar, khususnya pada segmen e-commerce, travel, dan games.

Topik Hot Lainnya:   3 Alasan Untuk Tidak Beli Laptop Di Pameran

Berikut adalah beberapa hal menarik lainnya yang diangkat dari kajian di enam negara  P6 (The Power 6) seperti India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam, serta Australia:

Market share perangkat mobile dan jenis-jenis iklan 

Indonesia dilihat sebagai salah satu negara Asia Pasifik yang menunjukkan pertumbuhan penggunaan perangkat mobile dan internet yang signifikan. Hingga saat ini jumlah pengguna mobile internet  sudah mencapai 93,16%.

Laporan ini juga menyatakan bahwa di antara negara-negara “P6”, Android merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan (67%). Namun, tingkat penggunaan feature phone yang tinggi juga ditunjukkan oleh Indonesia, Vietnam, dan Filipina (30.4%).

Dalam hal iklan video, Indonesia (10%) dan Thailand (7%) adalah pasar yang masih memiliki potensi besar untuk iklan video, tetapi di sisi lain penggunaan feature phone yang masih tinggi menjadi tantangan bagi pengiklan untuk melakukan monetisasi. 

Publisher teratas dan kategori-kategori mobile app 

impression-category-APAC-Q3Memetakan trend di setiap negara, Opera Mediaworks dan MMA menemukan bahwa setiap negara menunjukkan profil yang unik dalam hal ketertarikan pengguna, dan terdapat beberapa pola:

Mobile store dan portal operator adalah yang paling populer di negara-negara ini, hal ini tentunya didukung peran pengguna feature phone yang membutuhkan kanal-kanal ini untuk mengakses konten dan aplikasi. Bahkan 88,5% unique user di mobile store dan portal operator berasal dari feature phones.

Khusus untuk Indonesia, tiga konten mobile yang sering diakses oleh masyarakat Indonesia adalah situs jejaring sosial (38%), mobile store (22%), dan olahraga (12%).

Jejaring Sosial berada di peringkat pertama ataupun kedua bagi kategori paling populer untuk 5 dari 7 negara ini. Namun demikian, di Australia jejaring sosial tidak didapati dari rangking 3 teratas dan justru didominasi oleh hiburan, olah raga, serta berita dan informasi.

Topik Hot Lainnya:   Inilah Harga Internet Murah Menurut Microsoft, Facebook & Google

Di tiga negara (India, Filipina, Vietnam) hampir 8 dari 10 impresi digunakan untuk ketiga kategori tersebut. Hal ini menunjukkan area ketertarikan yang sangat tinggi. Sedangkan di Malaysia dan Thailand justru menunjukkan traffic yang mengarah ke kategori-kategori lain yang lebih meluas.

Perilaku pengguna dan minat

audience-segment-APAC-Q3Laporan ini mengungkapkan bahwa terdapat 4 segmen konsumen mobile  yang umum yaitu:  Savvy Shoppers, High-tech Enthusiasts, Travelers dan Gamers. Bagi Indonesia, segmen konsumen mobile yang paling besar adalah Savvy Shoppers dan Travelers.

Gamers memiliki preferensi yang kuat terhadap iOS, terutama di Australia, di mana 83% dari para gamers adalah pemilik ponsel Apple. Di P6, preferensi terhadap iOS juga terlihat jelas, dengan 18% share, hampir 7 kali lipat dari rata-rata P6 sebesar 2%. Tiga game paling populer di Indonesia adalah Cut The Rope, Talking Tom dan Subway Surfers.

Baik India, Indonesia, Malaysia dan Vietnam semuanya memiliki prosentase Savvy Shoppers yang cukup kuat dengan situs lokal favorit seperti Tokopedia, OLX, Lelong and Chợ Tốt.

“Asia Pasifik adalah area yang sangat beragam, dan pertumbuhan mobile marketing telah membuat area ini berkembang dari empat menjadi enam negara,” jelas Rohit Dadwal, Managing Director, Mobile Marketing Association APAC. “Bekerja sama dengan Opera Mediaworks untuk laporan ini membuat kami mampu menyediakan data bagi pemasar, pengiklan, dan penerbit, serta meyakinkan mereka bahwa industri dapat beradaptasi dan berkembang untuk membuat industri yang kondusif bagi mobile campaign.”

via operamediaworks.com