Beranda Review

Review ASUS ZenFone Max Indonesia

21
1

Meski namanya tanpa embel-embel angka 2 di belakang namanya, desain ZenFone Max masih berkiblat pada ZenFone 2, terutama di bagian muka. Namun kalau melihat belakang, ZenFone Max terlihat berbeda dengan saudara ZenFone 2 lainnya. Iya, tombol volume-nya kini ada di samping. Perawakan bodi-nya memang bongsor, namun ASUS mempercantik desain ZenFone Max lewat penggunaan material mirip kulit  di cover belakang yang membuatnya terasa lembut saat berada di genggaman. Gak cuma itu, sekeliling bodi ini juga dihiasi dengan bingkai berefek metal yang sukses membuat ZenFone Max terlihat premium.

Back cover-nya bisa dibuka untuk memasukkan SIM card dan microSD, namun baterainya tidak bisa dilepas. Ukuran baterai yang jumbo ini berimbas pada dimensi bodinya yang menjadi lumayan tebal (sekitar 1cm) dan bobotnya yang lumayan berat, yaitu 202 gram. Konsekuensinya, menyimpan ZenFone Max di saku celana terasa agak mengganjal.  Saya sendiri masih cukup nyaman asal memakai celana yang tidak terlalu ketat.

Layar

Review-ASUS-Zenfone-Max

Hadirnya LED notifikasi membuat Gadgeteers tidak ketinggalan info saat ada chat dari gebetan. Sayang, ketiga tombol kapasitifnya tidak dilengkapi dengan backlight yang menyala sehingga agak merepotkan saat Gadgeteers menggunakannya sambil gelap-gelapan.

ZenFone Max dibekali layar berukuran 5.5-inch yang nyaman banget buat nonton film dan main game. Dengan layar sebesar itu, sayang resolusinya hanya HD 720p dengan kerapatan pixel 267 ppi. Tampilannya jadi kurang tajam kalo dibandingkan dengan smartphone 5.5-inch lainnya yang punya resolusi Full HD 1080p tapi kalau melihat banderol harganya yang di bawah Rp 3 juta maka hal tersebut dapat dimaklumi.

Untuk mengeksplor menu di ZenFone Max, kinerja layar yang mendukung 10 titik sentuhan ini terasa snappy. Mau dari sudut pandang mana pun, tampilan layar berjenis IPS ini masih dapat cukup jelas terlihat. Untuk penggunaan di luar ruangan, terutama di bawah terik sinar matahari, visibilitasnya tetap okei. Dan yang tidak kalah menarik, layar ini sudah dilindungi lapisan kaca super kuat Corning Gorilla Glass 4 yang membuatnya aman dari goresan dan benturan tak disengaja.  Herannya, pasti ada beberapa dari Gadgeteers yang masih pasang anti gores di layar smartphone dengan Corning Gorilla Glass 4. Supaya tidak gampang retak saat jatuh ke aspal/lantai?

Software

Software-ASUS-Zenfone-Max

Sebagai varian terbaru, ZenFone Max dibekali user interface ZenUI versi 2.0 berbasis Android Lollipop yang menawarkan banyak fitur dan kustomisasi. Mulai dari themes, jenis dan ukuran font yang dapat diganti, fitur motion & gesture, hingga mode khusus Easy Mode dan Kids Mode. Easy Mode membuat tampilan ZenUI menjadi sangat sederhana dan pas untuk pengguna lanjut usia. Sementara Kids Mode sangat bermanfaat untuk membatasi penggunaan smartphone oleh anak-anak. Gadgeteers bisa mengatur aplikasi apa saja yang bisa digunakan serta mengatur berapa lama smartphone akan terkunci secara otomatis.

Mode screenshot kini juga lebih mudah, gak perlu tekan kombinasi tombol yang ribet. Cukup tekan tahan Recent Apps dan tampilan layar pun terekam dengan cepat. Bloatware yang berlebihan dan kebanyakan gak terlalu berguna masih menjadi momok menakutkan di ZenUI ini, penyimpanan yang bisa digunakan pengguna hanya sekitar 10GB dari total 16GB. Untungnya tersedia opsi untuk install aplikasi atau games di microSD sehingga penyimpanan internal tidak terlalu terbebani.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] X-Igent "Tombol Panik" Keselamatan untuk Kota Bandung

Hardware

Hardware-ASUS-ZenFone-Max

Tidak ada yang spesial saat melirik dapur pacu smartphone ini. ZenFone Max diotaki chipset entry level quad-core Snapdragon 410 64-bit seperti yang dipakai ZenFone Laser. Saya berpikir mungkin dengan menggunakan chipset ini, ZenFone Max akan lebih efisien dalam konsumsi energinya mengingat sektor baterai menjadi sektor unggulan smartphone ini. Tapi dengan kapasitas baterai sebesar ini, apa yang perlu diefisienkan lagi? Kalau dihubungkan dengan harga, memang Snapdragon 410 masih jadi primadona di segmen ini.

Tidak ada masalah serius untuk performa chipset ini, memainkan beberapa game HD masih terbilang nyaman. Namun untuk game dengan action yang cukup banyak, bukan tidak mungkin Gadgeteers akan menemui pergerakan objek yang patah-patah meski tidak begitu parah.

RAM 2GB-nya cukup memadai untuk membuka banyak aplikasi dengan free RAM berkisar antara 800 MB  – 1GB. Jika mulai lelet karena konsumsi RAM berlebih, tap Power & Boost di homescreen yang akan otomatis menutup semua aktivitas yang berjalan.

Urungkan niatmu untuk memainkan game VR dan video 360 derajat di smartphone ini karena ZenFone Max tidak dibekali sensor gyroscope.

Soal konektivitas, ZenFone Max sudah mendukung jaringan 4G LTE berjenis FDD di kedua slot SIM-nya yang sudah diadopsi oleh beberapa operator di Indonesia seperti XL, Telkomsel  dan Indosat. ZenFone Max juga bisa diandalkan di daerah yang sulit mendapatkan sinyal berkat 5 Laser Direct Structuring Antenna. Metode antena ini diklaim ASUS mampu meningkatkan kualitas sinyal, sekaligus menghemat ruang dibandingkan dengan menggunakan antena konvensional.

Baterai

Baterai-ASUS-ZenFone-Max

Dari segi performa, ZenFone Max memang kalah dari ZenFone 2, namun tidak dengan ketahanan baterainya. Berkapasitas 5.000 mAh , baterai lithium polymer ini punya daya tahan yang luar biasa untuk ukuran smartphone. Kompetitor terdekatnya yang sudah dijual terlebih dulu di Indonesia adalah Lenovo P1 Turbo yang sama-sama punya kapasitas baterai 5.000 mAh. Tapi jika membandingkan harga keduanya, terpaut cukup  jauh. Saat ini P1 Turbo dibanderol Rp4 juta, sementara ZenFone Max lebih ramah di kantong anak kos, harga terbarunya sekitar Rp2 .6 jutaan.

@GadgetGaul pun menguji ketahanan baterai monster ZenFone Max dengan berbagai macam aktivitas seperti bermain game, playback video Full HD 1080p, browsing, foto-foto dan mengakses berbagai media sosial populer dan hasilnya benar-benar impresif. Screen-on time atau waktu layar dalam kondisi menyala mampu bertahan hingga 15 jam dan masih menyisakan daya baterai 9%. Rata-rata screen-on time smartphone Rp2 jutaan yang pernah @GadgetGaul uji hingga saat ini hanya sekitar 3-4 jam. Apa Gadgeteers punya rekor screen-on time smartphone yang lebih lama dari ZenFone Max?

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Tawur The Game Ajak Kita Tawuran, Tapi dengan Otak!

Tidak hanya punya daya tahan lama, baterai 5.000 mAh milik ZenFone Max bisa digunakan sebagai powerbank untuk mengisi daya smartphone lain. Cukup sambungkan dengan kabel USB OTG yang tersedia di paket penjualannya. Namun sangat disayangkan, ZenFone Max tidak punya fitur fast charging. Setidaknya Gadgeteers butuh waktu sekitar 4 jam untuk mengisi penuh baterainya dari kosong. Untuk menyiasati hal ini, @GadgetGaul mulai charge ZenFone Max sebelum tidur di malam hari dan ketika bangun di pagi hari, baterai sudah terisi penuh.

Fotografi

Camera-ASUS-Zenfone-Max

Meski mendewakan kapasitas baterai, ZenFone Max masih dibekali fitur fotografi berkelas dari ASUS, termasuk laser autofocus yang diklaim punya kecepatan penguncian fokus hingga 0.03 detik Percaya atau tidak, @GadgetGaul memang merasakan cepatnya kamera dalam membidik objek.

Ada 18 mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan di kamera belakang yang beresolusi 13MP. Mulai dari auto, HDR, super resolution sampai manual. Di mode manual, saya lebih bisa mengeksplor shutter speed, ISO, white balance sampai exposure demi mendapatkan hasil foto yang maksimal. Dari sisi lensa, ASUS menyematkan 5 lapisan lensa yang memiliki bukaan lebar hingga f/2.0. Efeknya, kamera dapat menangkap cahaya lebih banyak dan gambar yang dihasilkan lebih terang.

Kamera depan 5MP-nya ZenFone Max memiliki mode beautification dengan 5 fitur untuk mempercantik foto wajah. Serasi dengan kamera belakang, bukaan lensa kamera depan dengan wide angle hingga 85 derajat ini juga sama-sama memiliki bukaan lensa yang lebar, f/2.0.

Hasilnya? Ya, tidak terlalu mengecewakan. Foto tampak natural, kontras dan saturasinya tidak berlebihan. Untuk kondisi lowlight, cahaya yang terang dari dual LED flash di kamera belakang lumayan membantu untuk meminimalkan noise berlebih.

Mode perekaman video-nya mendukung resolusi hingga Full HD 1080p. Tidak hanya itu, kamera ZenFone Max  juga mampu merekam video slow motion dengan kecepatan 1/4x dan time-lapse dengan interval 1 sampai 5 detik.

Multimedia
Keluaran suara dari speakernya yang memanjang di bagian belakang bodi lumayan kencang, namun terdengar pecah jika volume di-set maksimal. Seperti keluarga ZenFone 2 lainnya, terdapat fitur Audio Wizard untuk memaksimalkan kemampuan audio juga tersedia di ZenFone Max  dengan 5 mode yang bisa dipilih.

Kesimpulan
ASUS ZenFone Max sangat layak digunakan oleh mereka yang tidak punya banyak waktu untuk sering mengisi baterai, seperti pekerja lapangan atau travel blogger misalnya. Sekali mengisi baterai sampai penuh, smartphone ini bisa digunakan hingga 1 hari penuh dari bangun pagi hingga tidur di malam hari. Namun karena diotaki chipset entry-level, rasanya smartphone ini kurang cocok digunakan untuk gamers yang mendewakan skor benchmark dan grafis game yang berat.


1 KOMENTAR

  1. Menurut saya semua ulasan tertulis maupun video dari gadget gaul itu sangatlah bagus singkat, padat, dan jelas ga buang2 waktu. Pokonya terus maju gadget gaul 😂😂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =