Beranda Review

Review Flash Plus 2 Indonesia

65
1

Resmi bercerai dengan Alcatel pada bulan Mei lalu, Flash langsung tancap gas merilis smartphone terbarunya di Indonesia dengan nama Flash Plus 2. Mengusung desain metal yang premium, Flash Plus 2 tawarkan spesifikasi yang menggiurkan untuk smartphone Rp2 juta. Penasaran? Yuk simak ulasannya di sini..

Sekilas, desain Flash Plus 2 dengan tombol home fisik di depan mengingatkan saya pada desain Samsung Galaxy A series atau Meizu M series. Mirip banget! Baru ketahuan kalo ini Flash Plus 2 setelah melihat back cover-nya dengan ukiran Flash beraksen chrome yang keren. Bagian belakang sampai tombol home & volume berlapis material metal berkualitas dan terasa lembut saat disentuh. Yang menarik, desain metal ini bukan unibodi alias back cover-nya bisa dibuka tapi hanya untuk pasang kartu SIM dan microSD, baterainya  tidak bisa dilepas. Bodinya cukup compact, tidak tebal tapi juga tidak terlalu tipis. Namun ada satu hal yang jadi nilai merah pada desainnya yaitu penempatan tombol power yang terlalu ke atas sehingga sulit dijangkau saat memegang smartphone ini dengan satu tangan.

Desain-Flash-Plus-2-GG

Bagian depan tidak kalah keren. Saat kondisi layar mati, layarnya seakan menyatu dengan bezel yang berwarna hitam pekat. Layar seluas 5.5-inch ini dilindungi lapisan kaca kuat Dragontrail. Mengusung teknologi One Glass Solution (OGS), tampilan layar IPS dengan kerapatan 401 ppi ini terlihat jernih dan tajam. Kontras, saturasi warna sudah cukup oke, dan tampilannya masih terlihat jelas dari sudut kemiringan tertentu.

Kalau kebanyakan smartphone Rp2 jutaan masih menggunakan Android Lollipop, Flash Plus 2 sudah menggunakan pake Android Marshmallow 6.0. Secara teori, Android Marshmallow 6.0 terasa lebih smooth dibandingkan dengan versi Android sebelumnya dan memang benar! Scroll menu dan halaman home screen sangat responsif, begitu juga dengan buka tutup dan berpindah antar aplikasi meski RAM hanya 2GB. Tak bisa dipungkiri itu juga karena faktor user interface Flash Plus 2 yang standar dan minim kustomisasi jadi tidak memberatkan konsumsi RAM-nya. Dari total penyimpanan internal 16GB, yang bisa dipakai pengguna sekitar 10GB. Bloatware masih ada beberapa. Untungnya bisa dihapus pengguna kalau memang tidak dibutuhkan. Flash Plus 2 juga akan hadir dengan varian RAM 3GB + penyimpanan internal 32GB dengan selisih harga hanya Rp300.000.

Fitur gesture juga hadir meski hanya sebatas double tap to wake/sleep. Setidaknya sudah cukup mengatasi masalah susahnya menjangkau tombol power yang terlalu ke atas. Buat kamu yang hobi download, kehadiran fitur Turbo Download sangat membantu. Fitur ini menggabungkan kecepatan WiFi dan jaringan 3G atau 4G sehingga men-download file di atas 20 MB bakal lebih cepat selesai.

UI-Flash-Plus-2-GG

Tidak hanya metal, revolusi yang dibawa Flash Plus 2 ada di sensor sidik jarinya. Sensor ini menyatu dengan tombol home di depan seperti Samsung dan iPhone. Jujur saya akui, kinerja sensor yang mampu mengenali hingga 5 sidik jari yang berbeda ini sangat akurat dan cepat dengan False Accept Rate (FAR)-nya 0,002%). Saat smartphone di-restart, Gadgeteers tidak bisa gunakan sidik jari untuk unlock perangkat pertama kalinya, tetapi harus memasukkan PIN atau pattern. Sepengalaman @GadgetGaul pakai smartphone dengan fingerprint sensor, termasuk iPhone, hal yang sama juga terjadi.

Topik Hot Lainnya:   Flash Plus 2 Resmi Hadir di Indonesia Dengan Harga Sangat Kompetitif

Fungsi fingerprint sensor-nya tidak hanya untuk buka perangkat. Sensor ini juga bisa dikustomisasi untuk buka aplikasi tertentu secara cepat. Buat bersihkan beberapa aplikasi yang berjalan di RAM, cukup dengan tap sensor-nya dua kali. Asyik kan? Selain fingerprint, sensor lain yang tertanam di smartphone ini juga cukup lengkap. Gyroscope? Ada dong. Tak ketinggalan, USB OTG juga hadir untuk melengkapi fitur-fitur smartphone buatan TCL Communication asal Tiongkok ini.

Buat Gadgeteers yang doyan musik, Flash Plus 2 tawarkan pengalaman audio lebih baik dari smartphone sekelasnya. Mengedepankan HiFi audio, Flash Plus 2 dilengkapi dengan DAC AKM 4375 32-bit dan IRD filter digital yang dapat memproses detail sinyal audio menjadi lebih kaya sehingga memungkinkan pengguna mendengarkan detail akustik dan efek suara volume tinggi pada earphone/headphone. Tidak hanya itu saja, Flash Plus 2 juga ditunjang amplifier NXP9890 yang diklaim mampu meningkatkan kekuatan speaker hingga 3.6W dan peningkatan 5-9dB  dari ponsel biasa sehingga audio dapat lebih mudah terdengar dalam lingkungan yang bising sekalipun.

Sensor-Flash-Plus-2-GG

Selaras dengan spesifikasi audio-nya yang oke, Flash Plus 2 juga dibekali aplikasi music player yang tidak biasa. Tampilan music player-nya terlihat biasa saat dalam posisi portrait, tapi saat diubah ke mode landscape …. Gadgeteers akan disuguhkan tampilan ala disc jockey. Dengan fitur bernama Mix ini, kamu bisa gabungkan 2 lagu untuk dimainkan bersamaan. Selain itu, Gadgeteers juga bisa bebas mengatur bit dan kecepatan lagu, plus menambahkan beberapa efek suara dan merekamnya.

Flash Plus 2 menjadi smartphone resmi ke-2 di Indonesia yang diotaki chipset Mediatek Helio P10 setelah OPPO F1 Plus. Cukup menggiurkan karena chipset ini biasanya dipakai di smartphone kelas menengah ke atas. Kalau Helio X10 lebih mengunggulkan performa komputasi, P10 ini lebih juara di sektor kamera karena memiiki dual ISP (Image Signal Processing) yang lebih baru dibandingkan dengan X10. Secara teknis, seharusnya hasil foto di smartphone dengan chipset P10 lebih baik dibandingkan dengan smartphone dengan chipset X10.

Helio P10 di Flash Plus 2 menggunakan konfigurasi bigLITTLE yang terdiri dari 4-core 1.8GHz dan 4-core 1GHz yang keduanya sama-sama berbasis Cortex A53. Dengan GPU Mali T860, memainkan game 3D seperti Gangster Grand City & Warhammer 40K Freeblade terasa cukup lancar. Main game sekitar 30 menit, panas bodinya juga masih bisa ditoleransi asal dengan tingkat kecerahan layar di bawah 50%. Dengan spesifikasi demikian, skor AnTuTunya tembus 41 ribu.

Games-Flash-Plus-2-GG

Flash Plus 2 disokong baterai lithium ion berkapasitas 3.000 mAh dan untuk penggunaan yang relatif sedang seperti browsing, streaming, dengerkan musik sambil chatting dan buka media sosial sesekali, screen on time-nya tembus di atas 4 jam. Meski harganya kompetitif, Flash Plus 2 tetap dilengkapi dengan fitur fast charging. Bukan pakai teknologi fast charging-nya Mediatek melainkan TI BQ25896 9V/1.67A buatan Texas Instrument. Karena penasaran, @GadgetGaul mengujinya dan memang benar cepet pengisian dayanya. Dari kondisi baterai 5% sampai 100% hanya butuh waktu sekitar 1 jam. Saat proses pengisian ulang, temperaturnya meningkat dan memang sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan jangan sambil dipakai untuk apapun.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Joy is You : Aplikasi Untuk Eratkan Cinta Dengan si Doi Jelang Valentine Day

Flash Plus 2 membawa DNA Mobigraph yang sama dengan saudaranya, Flash 2 yang artinya kemampuan fotografi cukup diunggulkan pada smartphone ini. Di atas kertas, kamera utama 13MP-nya mendukung phase detection autofocus (PDAF) tapi pada saat mencobanya, auto fokus kamera ini masih membutuhkan waktu agak lama terutama jika fokusnya diambil dari jarak dekat. Yang terasa cepat justru shutter speed-nya, cukup enak buat memotret objek-objek yang bergerak.

Tampilan antarmuka kamera standar, tidak banyak menu yang bisa dieksplor. Bahkan tidak ada mode manual, jadi Gadgeteers harus puas dengan mode auto, panorama atau picture in picture. Tapi apa hasil fotonya juga standar? Ternyata tidak juga. Di luar ruangan, warna hasil fotonya natural dan tidak terlalu pucat seperti yang biasa ditemukan pada smartphone Android murah. Untuk kondisi minim cahaya, hasilnya cukup oke meski masih ada beberapa noise yang mengurangi detail setiap objeknya.

Camera-Flash-Plus-2-GG

Kamera depan 5MP-nya bisa ditingkatkan jadi 8MP, hasil interpolasi tentunya. Dengan LED flash di kamera depan, selfie di kondisi minim cahaya tidak jadi masalah. Hanya saja cahaya flash-nya memang cukup silau buat mata karena terlalu putih.

Kamera belakang dapat merekam video dengan resolusi  full HD 1080p. Sementara kamera depannya hanya dapat merekam hingga resolusi HD 720p. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk membuat video time-lapse yang Gadgeteers bisa atur sendiri intervalnya.

Dibanderol dengan harga di bawah Rp2 juta, tentu smartphone ini tidak absen dari beberapa kekurangan. Terkait dengan jaringan, Plus 2 sudah dibekali koneksi 4G LTE berjenis FDD dan TDD di kedua slot SIM-nya. Namun untuk sekarang jaringan yang bisa digunakan hanya 3G, Flash mengatakan akan membuka akses 4G-nya setelah proses  dokumen terkait TKDN selesai.

Selfie-Flash-Plus-2-GG

Jadi, untuk siapakah Flash Plus 2 ini? Smartphone ini cocok untuk anak muda yang suka mendengarkan musik dan hobi memotret hal-hal menarik sehari-hari dan mengunggahnya ke  media sosial dengan segera. Saat ini service center Flash telah tersebar di 18 kota di seluruh Indonesia dan masih akan terus bertambah. Yang menarik, pengurusan garansi Flash Plus 2 bisa antar jemput jadi pengguna tidak perlu datang sendiri ke service center. Pengguna cukup telepon atau menghubungi akun media sosial Flash Indonesia.

Spesifikasi Flash Plus 2

64-bit octa-core Mediatek Helio P10, 2/3GB RAM, 16/32GB internal storage, Mali-T860 MP2 GPU, 13MP f/2.0 rear camera with PDAF & realtone LED flash + 5MP f/2.2 wide angle front camera with LED flash, Chipset Audio AKM4375 +NXP9890 Audio Amplifier, Stereo FM radio, WiFi b/g/n, Bluetooth 4.1, GPS/A-GPS, microUSB 2.0 with USB OTG, LTE TDD: B38/B40/B41; FDD: B1/B3/B5/B7, up to 128GB microSD slot, Dual SIM Dual Standby, 3.000mAh li-ion battery, 5.5-inch full HD IPS display with Dragontrail & OGS, Android 6.0 Marshmallow

Dimensi : 152.6×76.4×8.2mm
Bobot : 157g
Harga resmi : Rp1.999.000/Rp2.299.000 (2GB/3GB RAM)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − 7 =