Beranda Review

Review Samsung Galaxy J1 2016 Indonesia

406
0

Tidak bisa dipungkiri kalau mayoritas pengguna ponsel di Indonesia masih menggemari perangkat dengan harga terjangkau, atau yang lebih dikenal dengan sebutan perangkat low-end. Selain faktor harga, banyaknya pilihan yang tersedia juga menjadi faktor penarik calon pengguna untuk melirik segmen ini. Tak ayal, Samsung sebagai salah satu vendor ponsel ternama juga serius dalam menggarap ponsel low end mereka dalam hal kualitas dan juga kuantitas.

Soal kuantitas, hal itu sudah terbukti dengan banyaknya ponsel low-end yang dirilis Samsung dalam 2 tahun terakhir di Indonesia, seperti seri J1 yang punya 4 varian, yakni J1, J1 Ace, J1 Mini, dan ponsel yang akan kita bahas kualitasnya kali ini, J1 2016. Apakah J1 2016 yang dihargai dengan harga Rp1.6 jutaan ini mampu bersaing dengan ponsel lain dengan harga sekelas, terutama ponsel yang berasal dari Tiongkok?

Samsung Galaxy J1 2016

Desain

Dibanding seri sebelumnya, J1 dan J1 Ace, Samsung Galaxy J1 2016 membawa sedikit penyegaran di bagian depan. Hal itu bisa dilihat dari adanya garis hitam yang mengelilingi layar sehingga memberikan aksen unik berupa kontras pada bodi ponsel yang berwarna putih. Jika Gadgeteers memilih varian J1 2016 berwarna hitam, garis hitam tersebut tidak akan terlalu kelihatan.

Galaxy J1 2016 memiliki luas layar 4.5 inci dengan bobot total 131 gram. Karena luas layarnya yang tidak terlalu lebar untuk ukuran ponsel masa kini, J1 2016 tetap bisa digunakan dengan nyaman dalam pemakaian satu tangan. Semua tombol fisik seperti volume, power, dan home bisa dijangkau dengan mudah dan mantap saat ditekan. Sayangnya, feel yang diberikan saat kita menggenggam ponsel ini tidak akan sesolid ponsel dengan bahan utama logam, karena seluruh bagian bodinya terbuat dari plastik. Penampakan logam yang terlihat membalut bagian sisi ponsel ini pun terbuat dari plastik yang dicat warna abu metalik.

Samsung Galaxy J1 2016

Display

Walaupun menyandang titel ponsel low-end, Samsung tetap terlihat all-out dalam menggarap display J1 2016 karena mereka menyematkan panel Super AMOLED yang terkenal dengan warna yang cerah dan ‘nendang’. Viewing anglenya pun baik karena layarnya masih bisa dilihat pada sudut kemiringan yang tajam.

Satu-satunya kekurangan pada display di ponsel ini adalah resolusinya yang kecil, hanya 480×800 pixel, kalau jauh dari ponsel seperti Xiaomi Redmi 2, Infinix Hot 2, atau Andromax R yang sudah memberikan resolusi 720×1280 pixel. Tapi jika Gadgeteers sudah terbiasa dalam pemakaiannya, resolusi yang kecil ini tidak akan menjadi masalah besar.

Topik Hot Lainnya:   Hati-hati! ini Bedanya Original, Ori Pabrik, KW dan Refurbish

Samsung Galaxy J1 2016

Spesifikasi
Seperti kebanyakan ponsel low-end lain, Galaxy J1 2016 masih menggunakan sistem operasi Android Lollipop 5.1.1 dengan yang sudah agak ketinggalan, dan memiliki peluang kecil untuk mendapat update ke Android Marshmallow 6.0, apalagi Android 7 Nougat. Untuk memberikan perbedaan dengan tampilan merek lain, Samsung menyematkan tampilan antarmuka khas mereka yang bernama TouchWiz yang mudah digunakan bahkan oleh pengguna awam sekalipun.

Samsung Galaxy J1 2016

Untuk spesifikasi jeroan, J1 2016 menggunakan prosesor Spreadtrum SC9830 Quad-core 1.3 GHz yang ditemani dengan GPU Mali 400 dan RAM 1GB. Kapasitas penyimpanan internal ponsel ini hanya 8GB, tapi Gadgeteers punya opsi untuk memperluasnya dengan menambahkan kartu MicroSD hingga 256GB. Ponsel dual SIM yang sudah mendukung jaringan LTE ini ditenagai dengan baterai berkapasitas 2050 mAh dan dilengkapi dengan kamera utama 5MP serta kamera depan 2MP.

Samsung Galaxy J1 2016

Masalah klasik yang selalu ditemui di ponsel low-end Samsung adalah kurangnya sensor yang tersedia. Di J1 2016, Gadgeteers hanya akan menemukan sensor accelerometer dan proximity. Tidak ada sensor cahaya, gyroscope, apalagi sensor sidik jari dan denyut jantung. Gadgeteers juga tidak akan menemukan LED notifikasi di ponsel ini.

Performa

Meskipun spesifikasi J1 2016 tidak bisa dikatakan mengesankan, ponsel ini tetap sukses dalam menemani aktivitas @GadgetGaul selama masa pengujian. Meskipun tidak segesit ponsel seharga Rp5 jutaan, ponsel ini mampu membuka dan menjalankan aplikasi-aplikasi mainstream seperti Google Chrome, Twitter, Detik, Instagram, Path, dan Facebook dengan baik.

Satu-satunya hal yang terasa cukup mengganggu adalah performa saat kita meminta ponsel ini untuk berpindah-pindah aplikasi, alias multitasking. Tidak jarang kita harus menunggu suatu aplikasi untuk dibuka lagi dari awal, walaupun kita sudah menjalankan aplikasi itu sebelumnya.

Samsung Galaxy J1 2016

Kelemahan J1 2016 kembali terlihat saat kita mengajaknya bermain game dengan grafis tinggi seperti Lara Croft GO. Untuk bisa bermain dengan baik, kita harus mengatur kualitas grafisnya ke tingkat yang paling rendah. Jika digunakan untuk bermain game ringan seperti Subway Surfer, Tahu Bulat, atau Pokemon GO, ponsel ini bisa melibasnya dengan lancar.

Performa baterai berkapasitas 2050mAh di J1 2016 terbilang menyenangkan karena selalu bisa bertahan seharian untuk pemakaian normal. Di malam hari, biasanya daya baterai di ponsel ini tersisa 30an persen. Satu-satunya pengecualian adalah saat ponsel ini digunakan secara intens seperti bermain Pokemon GO dan menonton film dalam waktu yang lama. Performa baterai saat idle pun cukup hemat, hanya berkurang 3-5% dalam waktu satu malam saat ditinggal tidur.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Seseratan: Aplikasi Belajar Menulis Aksara Sunda

Samsung Galaxy J1 2016

Kamera

Berbekal resolusi 5 MP dengan f/2.2, kamera utama pada Galaxy J1 2016 mampu menghasilkan gambar yang melebihi ekspektasi @GadgetGaul, mengingat kamera pada ponsel low-end Samsung selalu mengecewakan. Tampilan antarmuka dalam kamera juga mudah digunakan. Semua fitur-fitur yang penting dan sering digunakan tersedia di dalamnya, seperti flash, timer, mode panorama, beauty face, sampai ke mode pro bagi Gadgeteers yang ingin mengatur berbagai indikator secara manual. Kualitas gambarnya? Not bad.

Warna yang ditangkap terasa cukup cerah dan nyata karena tidak dilebih-lebihkan dalam post processing. Pembagian kontrasnya terbilang baik karena bisa membagi daerah gelap dan terang dengan seimbang. Dalam kondisi low light, kamera akan kesulitan dalam mencari fokus yang menyebabkan hasil gambar sering menjadi blur dan akan terlihat banyak sekali noise sehingga detail gambar menjadi hilang. Satu-satunya kekurangan yang dirasakan dengan jelas adalah tingkat detail yang rendah karena resolusinya yang kecil. Untuk kualitas kamera depan, hasilnya tidak bagus, tapi juga tidak jelek mengingat resolusinya yang hanya 2 MP.

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J1 2016

Kesimpulan

Jika tidak dilabeli dengan merek Samsung sebagai merek ternama di dunia, Galaxy J1 2016 akan kesulitan bersaing karena kualitasnya yang serba pas-pasan, bahkan kurang jika dibandingkan dengan ponsel lain dengan harga sekelas. Meskipun tetap menawarkan performa yang baik di balik spesifikasinya yang rendah, @GadgetGaul sulit untuk merekomendasikan ponsel ini untuk Gadgeteers, karena ponsel lain juga menawarkan hal serupa dengan berbagai pemanis tambahan seperti keberadaan sensor yang lebih lengkap dan spesifikasi yang secara umum lebih tinggi.

Samsung Galaxy J1 2016

Jika Gadgeteers sudah kepalang setia dengan ponsel Samsung karena jaminan after sales yang sudah teruji, @GadgetGaul lebih merekomendasikan Samsung Galaxy J2 yang pernah @GadgetGaul ulas sebelumnya. Hanya dengan menambah budget sekitar Rp100 ribuan, Gadgeteers sudah bisa mendapatkan ponsel dengan performa yang sedikit lebih baik dan layar dengan luas dan resolusi yang lebih tinggi. @GadgetGaul memberikan nilai 3 dari 5 untuk Galaxy J1 2016.

WN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 16 =