Beranda Review

Review Samsung Galaxy J7 2016 Indonesia

128
1

Setelah sebelumnya saya review Samsung Galaxy J5 2016, kali ini saya akan me-review Galaxy J 2016 yang paling canggih dan paling mahal dengan harga resmi di sekitar Rp3.5 juta. Kalau dibandingkan dengan Galaxy J7 2015, spesifikasi untuk edisi 2016 sudah sedikit meningkat walau tidak signifikan. Smartphone ini menggunakan prosesor Exynos 7870 buatan Samsung sendiri yang ditemani dengan GPU Mali T830, RAM-nya 2 GB, dan penyimpanan internalnya 16 GB. Penyimpanan internal ini bisa diperluas dengan kartu MicroSD tambahan hingga kapasitas 256GB.

Samsung Galaxy J7 2016

Selanjutnya, ada baterai berkapasitas 3.300 mAh, kamera belakang beresolusi 13MP, kamera depan 5MP, dan dual slot kartu Micro SIM yang sudah mendukung jaringan 4G. Smartphone ini juga sudah menjalankan Android 6.0 Marshmallow, bisa menangkap sinyal FM Radio, dan sudah mendukung sistem NFC. Sebelum kita bahas performa smartphone ini, kita lihat bagian desainnya dulu.

Sekilas, penampilan dari Galaxy J7 2016 tidak kelihatan jauh beda dengan kakaknya Galaxy J7 2015. Di bagian depan, kita akan menemukan layar seluas 5.5 inci yang ditemani dengan tombol home, back dan menu. tombol-tombol ini tidak dilengkapi dengan backlight, tapi itu tidak pernah jadi masalah karena memang tidak terlalu penting. Di bagian depan atas ada kamera 5MP dengan LED flash, earpiece, dan proximity sensor. Walaupun harganya sudah Rp3.5 juta, smartphone ini belum ada lampu LED notifikasi. Wow..

Di bagian sisinya, Galaxy J7 2016 terasa cukup berbeda dengan Galaxy J7 2015 karena sudah menggunakan logam sungguhan sebagai pengganti plastik. Walaupun feel-nya belum se-premium logam yang dipakai di Galaxy A, penerapan ini membuat Galaxy J 2016 ini setingkat lebih mewah dan lebih gaya. Di sisi kanan, kita bakal menemukan tombol power, dan di sisi kiri, sudah ada tombol volume. Kedua tombol ini punya feel yang sama dengan tombol home : clicky dan mantap saat ditekan. Di bagian atas Gadgeteers bakal menemukan desain 2 garis antena yang mulai populer diterapkan oleh banyak vendor smartphone, dan di bagian bawah juga ada 2 garis antena, tapi terasa lebih ramai karena ditemani mikrofon, lubang MicroUSB, dan lubang headset.

Samsung Galaxy J7 2016

Sementara di bagian belakang Galaxy J7 2016, kita akan menemukan speaker, kamera 13MP yang ditemani LED flash, logo Samsung, dan duos yang menunjukan kalau smartphone ini mendukung konfigurasi dual SIM. Kalau smartphone ini dibuka, kita bakal menemukan NFC yang sudah tertempel di balik backcover-nya. Backcover ini sendiri terasa tipis, tapi untungnya agak elastis biar tidak mudah patah. Walaupun berdimensi besar, bodinya cukup mudah untuk dipegang karena bagian belakangnya yang agak melengkung dan bagian sisinya yang dibuat rata sehingga terasa lebih pas di tangan. Meski demikian tetap saja luas layarnya yang 5.5 inci tidak bisa diakalin dan jempol saya tidak bisa menyentuh bagian atas buat menurunkan bar notifikasi tanpa menurunkan posisi genggaman.

Topik Hot Lainnya:   Curi Start CES 2017, LG Ungkap 5 Ponsel Sekaligus

Samsung Galaxy J7 2016

Galaxy J7 2016 mengusung layar seluas 5.5 inci dengan resolusi HD 720p. Dengan kombinasi itu, tampilan yang dihasilkan tidak bisa dibilang tajam, karena kerapatannya hanya 267 pixel per inci. Untungnya tampilan yang tidak tajam agak terkompensasi dengan pemakaian panel Super AMOLED yang sudah menjadi khas Samsung, kecuali Galaxy On7. Karena sudah menggunakan Super AMOLED, warna yang dihasilkan menjadi cerah, kontras, dan “nendang” jadi saya sering lupa kalau resolusi smartphone ini pas-pasan.

Samsung Galaxy J7 2016

Resolusi yang pas-pasan itu juga jadi salah satu faktor mantapnya performa Galaxy J7 2016. Karena jumlah pixel yang harus dibuat terbilang sedikit, beban prosesor delapan-inti di smartphone ini pun jadi lebih ringan. Mau diajak main game berat juga masih santai, game seperti Lara Croft GO bisa dilibas dengan sangat baik walaupun setting grafis telah diatur ke yang paling tinggi. Keadaan ini sangat kontras sama Galaxy J5 2016 yang kadang restart tiba-tiba saat kita main game ini, bahkan di setting paling rendah sekalipun. Kalau game berat kayak Lara Croft Go aja bisa dilibas, tentu saja game ringan dan menengah kayak Subway Surf, dan Rooms of Dooms yang biasa saya mainkan juga bisa dijalankan tanpa masalah. Intinya, dengan performa yang mulus ditambah layar yang luas, Galaxy J7 2016 sangat cocok buat Gadgeteers yang gemar main game di smartphone-nya.

Samsung Galaxy J7 2016

Tidak hanya lancar, Gadgeteers juga bisa main game di smartphone ini dalam waktu yang lama karena suhu yang dihasilkan Galaxy J7 2016 ketika “disiksa” hanya berkisar di antara 38-42 derajat celcius. Baterainya pun awet dalam pemakaian normal. Smartphone ini selalu tembus 1 hari, bahkan bisa sampai 2 hari lebih sedikit kalau saya sedang sibuk atau malas buka-buka smartphone. Mungkin daya tahan ini juga disebabkan oleh penggunaan sistem operasi  Android 6.0 Marshmallow yang memang punya fitur penghemat baterai bernama Doze.

Selain fitur Doze, Samsung juga memberikan sebuah fitur keren yang bernama S Bike Mode. Dengan menggunakan mode ini, orang yang menghubungi kita waktu kita lagi berkendara akan mendapat notifikasi kalau kita memang sedang tidak bisa menjawab telepon. Jadi mereka tahu kalau kita sudah benar-benar dalam perjalanan, bukan masih tidur atau mandi. Dan kalau yang mau diomongin benar-benar penting, orang yang menelpon bisa memaksa buat membunyikan smartphone kita saat itu juga.

Untuk mempermudah para penggunanya, Samsung memberikan NFC tag S Bike Mode di paket penjualan yang membuat proses pengaktifan mode ini jadi lebih mudah, tinggal tap doang.

Samsung Galaxy J7 2016

Galaxy J7 16 juga telah memberikan fitur kustomisasi tema buat Gadgeteers yang tidak suka dengan antarmuka bawaan. Pilihannya sangat banyak, mulai dari yang imut-imut, simpel, futuristik, natural, sampai ke tema yang misterius juga ada di smartphone ini. Sekali kita ubah temanya, mayoritas tampilan smartphone ini juga berubah, bukan hanya wallpaper sama icon aja, tapi menyebar sampai ke kalkulator, kontak, menu, dan lainnya. Kalau saya sih sudah puas sama tema bawaan yang putih bersih, cukup ganti wallpaper aja udah pas.

Topik Hot Lainnya:   Samsung Pastikan 500.000 Unit Galaxy Note 7 Pengganti Sudah Siap Dibagikan

Samsung Galaxy J7 2016

Sayangnya, penyakit khas Samsung masih menular ke Galaxy J7 16, yaitu jumlah sensornya yang membuat saya tertawa sedih. Selain tidak ada LED notifikasi, smartphone ini juga tidak punya sensor cahaya, sensor orientasi, dan sensor gyroscope yang saat ini smartphone Rp2 jutaan pun sudah punya. Smartphone ini harganya Rp3.5 juta lho, c’mon Samsung… sehemat-hematnya, minimal berikan sensor cahaya agar tidak membuat pengguna repot harus mengatur-atur tingkat kecerahan saat keluar masuk kamar.

Di sektor kamera, Galaxy J7 16 menggunakan resolusi 13MP di kamera belakang dan 5MP di kamera depan. Hasil fotonya lumayan oke. Kalau lagi banyak cahaya, mayoritas gambar yang ditangkap kamera ini bakal keliatan tajam, warnanya cerah, dan dynamic range-nya lumayan. Detailnya pun oke karena bagian yang kecil-kecil masih bisa kelihatan kalau kita zoom gambarnya tapi waktu sudah dihadepkan ke situasi ruangan yang mengandalkan lampu, kebanyakan hasil fotonya jadi menurun jauh karena blur padahal saya sudah memegang smartphone menggunakan dua tangan agar kameranya bisa sestabil mungkin.

Di bagian depan, kamera Galaxy J7 16 sudah dilengkapi dengan LED flash yang cukup membantu untuk memberikan tambahan cahaya di kondisi yang gelap. Kualitasnya sendiri bagus dan konsisten.

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Sampel Foto Samsung Galaxy J7 2016

Kesimpulannya, untuk siapa smartphone ini dibuat? Galaxy J7 16 sangat cocok buat Gadgeteers yang suka bermain game dengan grafis berat, karena kombinasi prosesor yang bertenaga dengan resolusi layar yang tidak terlalu tajam, membuat semua aktivitas di smartphone ini bisa dijalankan dengan mulus. Baterai di smartphone ini juga awet, dan itu bisa memberikan ketenangan batin di hari yang sibuk.

Memang selain performa dan baterai yang kuat itu, tidak ada lagi aspek yang bisa dibanggakan dari smartphone ini. Desainnya memang khas Samsung banget, tapi gitu-gitu aja. Kamera memang bagus, tapi tidak bikin kagum, layarnya nendang tapi tidak terlalu tajam. Meski demikian saya juga tidak bisa bilang kalau desain, kamera, dan layar di smartphone ini jelek karena memang aspek tadi baik-baik saja kalau saya tidak sewot. Aspek yang bisa jadi bahan komplain hanya sensornya yang memang parah banget. Minimal tanamkan LED notifikasi atau sensor cahaya lah, sudah hampir sebulan saya harus repot geser-geser brightness smartphone ini. Selain masalah itu, saya sama sekali tidak punya keluhan dan Galaxy J7 2016 adalah smartphone yang bisa jadi pertimbangan buat semua orang yang mau beli smartphone baru.

Samsung Galaxy J7 2016

1 KOMENTAR

  1. Bang David, kalo j7 2016 di bandingin j5 prime apa keunggulan & kelemahan masing” hp tersebut .lebih value for money yg mana ? #lagi bingung milih antara 2 hp tsb. Makasih bang ane tunggu jawabannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + one =