Beranda Review

Review Samsung Galaxy J7 Prime Indonesia

115
4

Melihat dari sisi fisik, @GadgetGaul bisa bilang kalau smartphone ini adalah sepupu dari Galaxy J7 2016 yang punya penampilan lebih mewah dan angka-angka spesifikasi lebih tinggi. Setelah saya menggunakan HP ini selama seminggu lebih, saya mengambil kesimpulan kalau Galaxy J7 Prime bukanlah smartphone yang cocok untuk semua orang. Ayo kita mulai pembahasan smartphone ini dari bagian desain dulu.

Samsung Galaxy J7 Prime
Waktu pertama kali melihat Galaxy J7 Prime, @GadgetGaul langsung mendapat kesan yang sangat berbeda dibandingkan dengan smartphone seri J lain yang biasa punya penampilan yang sederhana tapi khas Samsung. Di Galaxy J7 Prime, niat Samsung buat tampil mewah memang sangat terlihat. Di bagian depan saja kita sudah disambut dengan polesan kaca 2.5D yang penampilannya cantik dan feel di tangan juga mantap. Kaca di smartphone ini juga sudah dilindungi Gorilla Glass sehingga lebih tahan akan goresan-goresan ringan, seperti goresan dari kunci atau cutter.

Penempatan fungsi-fungsi di bagian depan terlihat sama dengan smartphone Samsung lainnya. Di bagian depan atas sudah ada kamera depan 8 MP, earpiece, sensor proximity, dan LED notifikasi. Iya, Galaxy J7 Prime menjadi satu satunya Galaxy seri J yang punya LED notifikasi. Entah kenapa @GadgetGaul senang sekali dengan kehadiran 1 lampu kecil ini, padahal smartphone merek lain yang harganya sejutaan juga ada tapi kalau ingat smartphone ini masih belum punya sensor cahaya, kebahagiaan itu langsung berkurang.

Samsung Galaxy J7 Prime

Di bagian bawah Gadgeteers akan menemukan tombol home yang bisa berfungsi sebagai sensor sidik jari. Respon sensor sidik jari ini agak lambat tapi sudah cukup akurat, minimal tidak semenyebalkan sensor sidik jari pada Galaxy A5 2016. Bagian yang bagus dari sensor sidik jari ini adalah tombol home-nya tidak harus ditekan agar aktif, cukup disentuh saja maka smartphone ini sudah terbuka. Saya suka sama sistem kayak gini, mirip Lenovo P1 Turbo. Saya juga bersyukur Samsung nerapin sistem sentuh kayak gini, karena tombol Homenya kurang enak untuk ditekan, soalnya keras dan bunyinya juga kasar.

Di bagian kanan, Gadgeteers bakal menemukan tombol power dan speaker yang sering tertutup jari telunjuk waktu @GadgetGaul sedang menonton video dalam mode landscape. Menurut @GadgetGaul posisi ini tidak lebih jelek atau lebih baik daripada posisi di bagian bawah dan belakang, karena sama-sama punya potensi tertutup. Di bagian kiri kita akan menemukan tombol volume, slot kartu SIM pertama, dan SIM kedua plus MicroSD. Di bagian bawah ada mikrofon, slot micro USB dan jack 3.5mm, sementara di bagian atas tidak ada apa-apa.

Topik Hot Lainnya:   Unboxing Wiko Highway 4G

Samsung Galaxy J7 Prime

Di bagian belakang, ada kamera 13 MP, lampu LED flash, logo Samsung, dan kode-kode di bawahnya. Seluruh bagian belakang ini terbuat dari bahan metal sehingga feel-nya akan jauh beda dengan Galaxy J7 16 yang penampilannya mirip metal, tapi sebenarnya terbuat dari bahan plastik. Secara keseluruhan @GadgetGaul suka dengan desain dari Galaxy J7 Prime karena memang kelihatan lebih cantik, lebih mahal, dan build quality-nya juga mantap.

Salah satu hal yang paling dikeluhkan oleh banyak orang adalah layar TFT-nya. Iya, walaupun resolusinya 1080p dan kelihatan jauh lebih tajam dari 720p, warna di layar Galaxy J7 Prime memang kelihatan kurang “nonjok” daripada AMOLED. Waktu @GadgetGaul baru ganti dari Galaxy A5 2016 langsung terlintas, “Walah, warnanya pudar banget”. Tapi ya namanya manusia bisa beradaptasi. Ketika @GadgetGaul menulis review ini, mata sudah terbiasa dengan TFT dan pendapat saat melihat layar AMOLED berubah menjadi “Walah, ini warnanya lebay banget”. Intinya warna di TFT tidak masalah asal tidak dibandingkan dengan AMOLED yang memang jelas lebih enak dipakai. Secara pribadi @GadgetGaul lebih suka layar TFT 1080p di Galaxy J7 Prime daripada AMOLED 720p di Galaxy J7 2016 tapi kalau ada pilihan AMOLED 1080p, ya jelas @GadgetGaul pilih itu.

Samsung Galaxy J7 Prime

Samsung Galaxy J7 Prime menggunakan prosesor Exynos 7870, GPU Mali T830, RAM 3 GB, penyimpanan internal 32 GB, kamera belakang 13 MP, kamera depan 8 MP, menjalankan Android 6.0 Marshmallow, dan baterainya 3300 mAh yang bisa bertahan hingga sehari lebih atau bahkan bisa bertahan sampai 2 hari kalau @GadgetGaul lagi tidak ketagihan main game Gardenscapes. Performa baterainya memang di luar perkiraan, screen on time-nya saja berkisar di antara 7-8 jam lebih.

Ketika digunakan untuk menjalankan aktivitas yang ringan seperti buka Instagram, Twitter, Chrome, 9Gag, dan lainnya, lancar seperti semua smartphone yang ada saat ini berapapun harganya. Walaupun RAM-nya 3 GB, performa multitasking-nya payah karena aplikasi yang belum lama dibuka seringkali harus dibuka ulang kalau sudah @GadgetGaul tinggalkan untuk beberapa aplikasi ringan lain. Performa main game-nya pun terasa payah.

Samsung Galaxy J7 Prime

Tanda-tanda kelemahan ini sudah @GadgetGaul rasakan waktu bermain game ringan seperti Gardenscapes karena proses loading-nya terasa sedikit patah dan jalannya permainan akan sedikit melambat waktu meledakan bom. Lanjut ke game Subway Surf, prosesnya memang berjalan baik dan tetap bisa dinikmati, tapi feel-nya akan beda tidak berjalan selicin smartphone lain. Kalau sudah diuji bermain game berat seperti Suicide Squad Special Ops, barulah kelemahan Galaxy J7 Prime terasa sekali karena tidak nyaman dimainkan bahkan dalam setting grafis paling rendah. Kalau setting grafis paling tinggi, rasanya tidak perlu saya sebutin, cukup lihat saja di gambar berikut ini.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Asah Kreativitas Menyatukan Dua Sejoli di Game Love Balls

Samsung Galaxy J7 Prime

Bagian performa memang jadi kelemahan Galaxy J7 Prime yang paling besar. Kalau Gadgeteers hobi main game berat, @GadgetGaul sama sekali tidak menyarankan ambil smartphone ini. Sebagai info tambahan, skor Antutu Galaxy J7 Prime ada di sekitar angka 45 ribu. Selain performa, kelemahan Galaxy J7 Prime juga bisa kita temukan di bagian sensor karena sensor yang ada kelihatan menyedihkan buat smartphone yang dihargai Rp3.7 juta ini. Jujur saja @GadgetGaul hanya merasa sayang dengan absennya sensor cahaya. Kalau sensor lain seperti gyroscope tidak terlalu masalah karena saya tidak hobi nonton video 360 atau main game VR.

Samsung Galaxy J7 Prime

Di bagian kamera, kualitas gambar yang dihasilkan Galaxy J7 Prime biasa saja, bahkan bakal kalah kalau diadu dengan smartphone sekelas seperti OPPO F1s yang mengandelkan kamera sebagai salah satu kekuatan utama. Gambar yang ditangkep kamera Galaxy J7 Prime cenderung agak kusam, dynamic range-nya kurang luas karena pembagian daerah terang dan gelapnya kurang bagus, dan detailnya juga tidak terlalu tajam. Performa low light-nya juga lebih condong ke kata jelek. Dari dulu kamera memang bukan jadi kekuatan utama Galaxy seri J, walaupun saya udah berharap ada sesuatu yang berbeda di Galaxy J7 Prime.

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Foto Samsung Galaxy J7 Prime

Kesimpulannya, Samsung tidak bodoh. Awalnya @GadgetGaul pikir kalau Samsung sudah blunder karena mereka mau keluarkan Galaxy J7 Prime yang punya penampilan dan spesifikasi lebih tinggi dari J7 2016 tapi harganya hanya beda sekitar 10%. Hal tersebut sama saja dengan kanibalisasi pasar Galaxy J7 16. Ternyata @GadgetGaul salah. Penampilan dan spesifikasi lebih tinggi itu tidak selalu berarti lebih baik karena ada saja bagian-bagian Galaxy J7 Prime yang harus dikorbankan supaya harganya tidak berbeda terlampau tinggi. Di Galaxy J7 Prime, Gadgeteers akan mendapatkan penampilan yang lebih keren, resolusi layar yang lebih tinggi, dan sensor sidik jari + LED notifikasi. Sebagai gantinya, Gadgeteers harus kehilangan performa gaming yang kencang, layar AMOLED yang jelas lebih bagus dari TFT, dan juga harus nambah uang Rp300 ribu kalau memilih Galaxy J7 Prime daripada Galaxy J7 2016. Lagi lagi harga memang tidak pernah bohong.

Samsung Galaxy J7 Prime

Secara pribadi, @GadgetGaul lebih memilih Galaxy J7 Prime daripada Galaxy J7 2016 karena saya tidak hobi main game berat, dan lebih suka layar 2.5D dengan resolusi yang lebih tajam walaupun warnanya tidak nonjok. Apakah smartphone ini saya rekomendasikan? Jawabannya tergantung selera Gadgeteers.

 

4 KOMENTAR

  1. Saya pengguna samsung galaxy note 4 sejak 1.5 tahun yg lalu.waktu tes di antutu angkanya hanya sekitar 49rban.tdk berbeda jauh dgn J7 prime.tp kenapa klo maen game HD lancar2 aja ya mas?apakah krn prosesornya atau GPUnya….pdhal RAM sama2 3 Gb…jd setidaknya bisa jd acuan saya klo suatu saat mau ganti HP.mohon klo bersedia membalas ke email saya aja.tks

  2. saya penguuna J7 prime seringkali lemot saat pakai aplikasi padahal storage masih lumayan banyak lebih dari 50%.
    setelah cek ternyata ram yg tersisa tinggal 300an mega byte . padahal ram sudah 3gb ya. dan aq merasa tidak memakai banyak aplikasi ,
    kenapa bisa spt itu ya ?membuat saya tidak nyaman. harus bolak balik cleaning .
    adakah solusi ??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − eighteen =