Beranda Advertorial

Review vivo X3S : Ponsel Octa-Core Tipis Dengan Kualitas Audio Juara

13
0

“vivo…. Hi-Fi and smart”, yaa… tag-line di box penjualannya ternyata seperti itu. Dan bukan slim phone, atau premium phone, atau Great Camera Phone, atau bahkan Fast Gaming Phone yang saya kira sekilas akan cukup pantas dijadikan jargon vivo untuk produk yang satu ini, vivo X3S. Padahal bila kita melihat daftar menu spesifikasi ringkasnya yang menyajikan ketebalan body dibawah 6mm, desain yang sangat terlihat cantik nan premium, kamera 13MP di belakang plus 5MP di depan, sampai menu utama otak yang gesit dengan processor berinti delapan dengan clock-speed 1,7GHz dari Mediatek, sebenarnya sudah sangat pantas untuk dipamerkan sebagai fitur-fitur unggulan di vivo X3S ini. Tapi kenapa vivo lebih memilih menggaungkan “Hi-Fi and Smart” ? Yuk kita cari tau sama-sama alasannya.

Where to buy

Brand vivo masuk ke Indonesia akhir tahun 2014 lalu dan langsung tampil all-out, jauh dari kesan setengah-setengah. Dan langkah pertamanya adalah menyebar vivo Store dan service center resmi vivo ke berbagai kota-kota besar di Jawa, Sumatera dan Bali. 40 titik distributor penjualan dan 12 service center yang berdiri adalah buktinya. Dan dijadikannya Indonesia sebagai negara ke-3 yang disambangi vivo setelah Tiongkok dan Malaysia juga menunjukkan porsi prioritas yang cukup tinggi dari merek asal Tiongkok ini, untuk dapat ikut bersaing sengit di pasar tanah air melalui inovasi produk-produk unggulannya. Jadi, tidak akan terlalu sulit untuk menemukan vivo X3S yang dibanderol resmi seharga Rp.2.999.000,- bagi para pencinta gadget di ketiga pulau berpopulasi terpadat di Indonesia tersebut.

Unboxing

vivo-X3S-unboxing-GG

Kemasan vivo X3S tidak lepas dari polesan design yang elegan, tertata rapih, dan mencerminkan eksklusivitas. Kemasannya bahkan terlihat jauh lebih eksklusif dibanding kemasan Galaxy Note 4 yang harga device-nya hampir 3 kali lipat dari vivo X3S ini. Walau terlihat sepele, namun box yang terlihat elegan ini benar-benar menunjukkan totalitas dan keseriusan vivo dalam menggarap setiap detil produknya menjadi lebih memiliki daya saing.

Di dalamnya terdapat buku manual, kartu garansi, kepala charger dengan output 1 A, kabel data, earphone yang terlihat meyakinkan dan sudah berjenis In-Ear Monitor dengan kemasan dus tersendiri seperti pada seri iPhone, lalu dua pasang ear-bud cadangan, pin metal untuk membuka tray kartu SIM, dan terakhir kita juga diberikan back cover bawaan dengan motif kaca es. Jadi aksesoris yang disertakan dalam paket penjualan vivo X3S ini bisa dibilang sangat lengkap.

Design

vivo-X3S-Desain-GG

Kalau box-nya saja sudah didesain sedemikian rupa agar nyaman dipandang, desain perangkatnya tentu saja telah dipahat dengan lebih serius lagi. Walau harus diakui sedikit banyak terinspirasi oleh desain iPhone 5, vivo X3S mampu tampil jauh lebih tipis di 5,95mm saja. Dan design metalik ala iPhone 5 di belakang, ditambah dengankelangsingan body-nya mampu dengan cepat menjauhkan vivo X3S ini dari kelas smartphone Android rata-rata yang berorientasi hanya kepada fungsi.

Walaupun tipis, konstruksinya terasa solid, padat, dan cukup berat. Ketiga hal ini kembali menambah poin bagi nilai estetika di smartphone ini. Hanya saja, secara handling, ada beberapa kekurangan minor seperti tidak adanya lampu latar pada tiga tombol kapasitif di bawah layar, tombol power dan volume yang letaknya tidak biasa di sebelah kiri layar, letak speaker body yang rentan teredam suaranya, sampai modul kamera yang sedikit menonjol menjadikannya rentan terhadap goresan.

Dan yang menarik menurut saya, desain yang benar-benar mampu terlihat elegan, fashionable nan berkelas, ternyata bukan menjadi nilai jual utama dari produk besutan vivo ini. Di balik cangkang cantiknya, ternyata vivo masih punya beberapa mantra rahasia untuk menyihir para calon konsumennya.

Display dan Hardware

vivo-X3S-display-hardware

Tidak ada masalah pada display-nya. 5-inci, beresolusi HD 720p, dengan kerapatan layar di kisaran 294ppi mampu menampilkan gambar yang tajam, terang, bersaturasi baik dengan sudut pandang yang terjaga visibility-nya. Hanya absennya proteksi layar seperti Gorilla Glass cukup disayangkan, walau plastik antigores sudah terpasang dari pabriknya.

Kinerja Hardware-nya pun mampu tampil prima. Score AnTuTu dibilangan 31.449 ternyata dapat dipertanggungjawabkan dengan mulusnya berakselerasi pada jelajah UI, browsing, video playing, sampai gaming dengan intensitas grafik 3G terberat sekalipun. Intinya, tidak ada tugas yang tidak dapat dituntaskan dengan baik oleh kombinasi processor 1,7Ghz – 8 inti, GPU Mali 450MP4, dan RAM 1GB pada vivo X3S ini.

Topik Hot Lainnya:   D-Link DWR-116 : Wireless Router Dengan 2 Koneksi Internet

Baterai yang tertanam berkapasitas 2000mAh saja. Awalnya saya agak kecewa dengan kapasitasnya yang terbilang kecil untuk mendukung processor octa core dan layar HD 5-inci-nya, namun ternyata daya tahannya terbilang cukup memuaskan. Terbilang tidak mengecewakan untuk menemani berbagai aktivitas ringan hingga sedang selama seharian penuh, minus gaming HD dengan berbagai fitur gesture dalam kondisi dinyalakan.

Kapabilitas dual SIM-nya agak unik, karena sim 1 wujudnya micro SIM, dan sim 2 harus nano SIM seperti di iPhone.

Fitur USB On The Go juga dapat @GadgetGaul gunakan tanpa masalah.

Namun di sektor hardware, yang akan jadi masalah bagi banyak orang termasuk @GadgetGaul adalah absen-nya slot microSD di vivo X3S ini. Ditambah lagi kapasitas penyimpanan internalnya yang hanya berkutat di 16GB. Setelah dipotong sistem dan aplikasi bawaan, tersisa di kisaran 11 – 12GB saja. Satu lagi yang absen adalah dukungan konektivitas 4G LTE yang juga belum terakomodir di sini.

Camera

vivo-X3S-Camera-GG

Kalau harus menggambarkan kamera belakang 13MP milik vivo X3S dengan satu kata, @GadgetGaul akan memilih kata “berkualitas”. Hasil tangkapan yang tajam, penguncian fokus dan shutter yang gesit, kinerja lampu flash yang baik, hingga bukaan lensa di bilangan f/2.0 juga sangat membantu sensitivitas sensor pada kondisi ruangan minim cahaya, plus memanjakan penyuka hasil tangkapan berefek bokeh adalah argumennya. Kualitas hasil kameranya bisa disejajarkan dengan sensor 13MP smartphone-smartphone high end seperti Asus Padfone S, Galaxy S4, atau LG G3, walau karakternya mungkin sedikit berbeda-beda.

Buat kamera depan 5MP-nya sebenarnya hasil jepretannya juga OK, hanya saja algoritma metering software-nya terlalu terfokus untuk memaksimalkan kecerahan kulit wajah kita. Artinya, seberapapun hitamnya kulit wajah kita akan otomatis dicerahkan oleh software kameranya dengan cara menaikkan besaran ISO, yang akan berdampak pada terjadinya overbright di area background atau baju kita yang kebetulan berwarna cerah atau putih, dan tentunya konsekuensi tingginya nilai ISO akan memunculkan noise yang cukup mengganggu. Solusinya, gunakan baju dan background berwarna agak gelap atau tidak terlalu kontras dengan warna kulit wajah kita sebelum ber-selfie ria.

Dari sisi software kamera depan, vivo X3S ini terbilang sudah sangat lengkap dan memanjakan pecinta selfie. Menghaluskan kulit, meniruskan pipi yang chubby, hingga memperbesar ukuran mata bisa kita oprek sesuai selera. Lebih dari itu, software Photo editor setelah foto selfie kita diambil (post processing) juga mampu lebih mempercantik wajah kita (red : khusus perempuan) dengan pilihan make up virtual yang cukup terlihat natural dan tidak artifisial. Jadi, fitur untuk mendukung kebutuhan selfie sangat lengkap terakomodir di vivo X3S ini.

User Interface

vivo-X3S-UI-GG

Masih ingat taglineHi-Fi & Smart”? Nahh… “Smart”-nya ini saya kira karena UI-nya yang diberi nama Funtouch OS menurut saya adalah kombinasi dari UI Xiaomi (MIUI) dengan UI Samsung (TouchWiz) versi Galaxy S4 yang masih penuh dengan fitur-fitur gimmick-nya.

Seperti MIUI karena fitur kustomisasi yang sangat luas ada di disini. Walau belum sebanyak MIUI, puluhan theme (tema), wallpaper, live wallpaper, Efek animasi transisi halaman, sampai berbagai pilihan cara unlock untuk memperunik tampilan siap diunduh dari server vivo. Bahkan kalau MIUI punya MiSpace, vivo juga punya Scene “My House” yang akan mengubah total cara berinteraksi kita dengan antarmuka sebuah smartphone Android yang intuitif, dan pastinya beda dari pada yang lain. Setiap interaksi kita pada Funtouch OS ini juga akan selalu direspon dengan animasi yang berjalan dengan sangat mulus nan mengalir cantik.

Seperti TouchWiz karena lengkapnya fitur-fitur air command, gesture, motion, sampai floating windows. Yup, fitur kibas-kibas tangan di depan layar dihidupkan lagi di sini, walau terkesan sifatnya gimmick tapi beberapa fungsi seperti layar tidak akan meredup atau mati selama kita masih menatapnya (ala smart stay), smartphone yang bergetar ketika diangkat dari meja sebagai indikasi ada notifikasi yang belum kita buka, sampai menyusutkan ukuran layar bila dibutuhkan untuk memudahkan penggunaan satu tangan saya rasakan sangat berguna dan sering saya optimalkan fungsinya dari waktu ke waktu.

Lebih dari itu, Funtouch OS masih memiliki beberapa fitur tambahan seperti double tap untuk menghidupkan layar, fitur jalan pintas dengan menggambar beberapa karakter pada layar standby (mati) seperti gerakan jari dari atas ke bawah untuk langsung masuk ke kamera, menulis huruf “m” untuk langsung menyalakan music player, huruf “e” untuk masuk ke browser, “c” untuk masuk ke kontak telepon, hingga huruf “w” untuk langsung chatting dengan WeChat, aplikasi chatting yang cukup populer di Tiongkok.

Topik Hot Lainnya:   Diskon Paling Seru di MegaBazaar Computer 2012

Satu lagi yang sangat @GadgetGaul apresiasi di sektor UI ini. Dengan kompleks dan lengkapnya fitur-fitur di Funtouch UI ini ternyata bisa dikatakan hampir tidak berpengaruh terhadap responsivitas kinerja X3S ini dalam menjelajahi UI, browsing, hingga gaming, bahkan manajemen daya baterainya pun terbilang memuaskan jika mengingat kapasitas baterainya yang tidak bisa dikatakan besar di 2000mAh. Jadi, UI yang kompleks tanpa mengorbankan kinerja dan daya tahan baterai… “Smart!!”

Multimedia

vivo-X3S-Audio-GG

Smart-nya sudah jelas. Sekarang Hi-Fi-nya. Apa itu Hi-Fi ? menurut Wikipedia, Hi-Fi adalah singkatan dari High Fidelity yang artinya ketepatan atau akurasi suara yang tinggi. Jadi, kita bisa mengharapkan keluaran suara yang minim distorsi, minim noise, dan respon frekuensi suara yang akurat dari sebuah perangkat Hi-Fi.

Vivo X3S ini mengaku sebagai sebuah perangkat Hi-Fi, dan setelah ditelusuri langsung ke music player-nya, kita langsung disuguhi 3 fitur optimalisasi keluaran suara yang baru saya temukan di X3S ini: SRS, Hi-Fi, dan BBE. Ketika earphone tidak tercolok, hanya fitur SRS yang bisa berfungsi, dan ternyata hasil keluaran speaker body-nya terbilang biasa-biasa saja. Tidak terlalu keras suaranya, namun minimal tidak terkesan cempreng, pecah, atau kering, dan masih nyaman untuk mendukung aktivitas menonton video musik ataupun menikmati berbagai konten YouTube.

Dan setelah jack 3,5mm earphone bawaan tertancap, jelaslah sudah kenapa Hi-Fi menjadi jualan utama vivo X3S ini. Simple-nya pengalaman mendengarkan musik di vivo X3S buat saya pribadi adalah pengalaman bermusik terbaik yang pernah saya alami pada sebuah smartphone. Galaxy S4, Galaxy Note 4, LG G3, Xperia Z Ultra, Asus Padfone S sudah pernah @GadgetGaul jajal musikalitasnya, dan musikalitas ketika menggunakan earphone di X3S ini masih unggul secara signifikan dibandingkan dengan deretan smartphone flagship tadi. Di telinga awam, lagu-lagu yang diputar pada music player vivo X3S terdengar sangat megah, detil, akurat dan jernih. Buat para musicholic, menurut @GadgetGaul tidak akan kecewa untuk meminang smartphone ini hanya karena kualitas bermusiknya saja. Luar biasa !!

Kesimpulan

vivo-X3S-Kesimpulan-GG

Jadi, di level harga Rp3 juta kurang seribu rupiah, vivo X3S ini adalah smartphone Android berkualitas tinggi yang memiliki 3 kelemahan  :

  1. Belum support 4G LTE yang walaupun jaringannya belum merata di Indonesia, tapi euforia-nya sangat terasa.
  2. Kapasitas penyimpanan internal 16GB yang tidak bisa ditambahkan  microSD yang bagi sebagian orang akan terasa kurang.
  3. Faktor brand yang terbilang masih baru, dan kekuatan branding ini bagi banyak orang Indonesia peranannya sangat penting dalam menjatuhkan pilihan smartphone yang akan dibawa pulang.

Tapi bagi yang bisa berkompromi dengan ketiga poin diatas seperti pengguna WiFi di rumah yang hanya mengandalkan koneksi data selular ketika keluar rumah, tidak terlalu banyak menumpuk file-file berukuran besar di handphone-nya, juga calon konsumen yang bisa memilih lebih jernih dan tidak silau dengan kebesaran nama sebuah brand tertentu, di harga Rp 3 juta vivo X3S ini punya daya saing yang cukup tinggi karena :

  1. Kualitas kamera belakang dan depan sangat baik dengan dukungan software pendukung yang terbilang lengkap, unik dan intuitif.
  2. Desain yang “simply sophisticated” dengan build quality yang sangat solid
  3. Kinerja hardware yang sudah terbilang cukup baik dengan suksesnya melahap semua tugas yang diberikan dengan gesit dan mulus.
  4. User Interface Funtouch OS yang smart, kaya fitur, full animasi, kustomisasi luas, design cantik dan yang paling penting tetap gegas dan bersahabat dengan baterai.
  5. Dan yang paling utama adalah kualitas musikalitas ketika menggunakan earphone yang belum ada tandingannya di smartphone manapun yang pernah @GadgetGaul coba.

Kelima poin di atas saya rasa cukup kuat untuk memberikan persainganan di kompetisi pasar mobile device tanah air dengan dinamika persaingannya yang sangat ketat. Dengan dibantu upaya-upaya peningkatan brand awareness, edukasi visi-misi vivo dan target-target ke depannya, hingga pelayanan purna jual yang prima akan turut berperan penting dalam mengangkat potensi produk vivo X3S ini yang sebenarnya sudah sangat menjanjikan.

Jadi, dua kata terakhir untuk menggambarkan vivo X3S : “Penuh kejutan”