Beranda Review

Review Xiaomi Redmi 5A Indonesia

0
0

Dulu beli smartphone Android dengan harga di bawah Rp1 juta itu biasanya dapat spesifikasi yang pas-pasan, fitur apa adanya, dan kinerja yang seringnya bikin gregetan. Semenjak Xiaomi mengacak2 pasar smartphone low-end tanah air, semuanya berubah. Budget pas-pasan bisa mendapatkan smartphone dengan fitur kekinian kini bukan lagi angan-angan. Sempurna sih enggak, tapi katanya smartphone Xiaomi satu ini punya spesifikasi terbaik di kelasnya. Memangnya sekeren apa sih?

Desain

Hadir di kelas entry level, Xiaomi Redmi 5A usung desain yang bisa dibilang tidak terlalu jelek. Ya meski bodinya masih bermaterialkan plastik polikarbonat tapi didesain sedemikian rupa seolah-olah seperti metal jika dilihat dari jauh. Desainnya unibodi, sesuatu yang jarang Gadgeteers temukan pada smartphone lain dengan harga yang serupa.

Xiaomi Redmi 5A - Desain

Desain Redmi 5A sendiri masih satu DNA dengan seri Redmi 4, seperti tombol volume dan power yg kompak di sisi kanan dan lubang speaker di sisi belakang bawah bodi. Yang menarik Redmi 5A punya 3 tray untuk dua kartu SIM dan satu microSD. Ya, Gadgeteers tidak lagi harus mengorbankan salah satu SIM demi memperluas ruang penyimpanan smartphone.

Bagian muka Xiaomi Redmi 5A juga tidak ada yang istimewa, layarnya flat dan tidak dilapisi kaca kuat seperti Corning Gorilla Glass. Imbasnya, baret-baret halus di layar tidak jarang ditemui padahal tidak pernah jatuh, kemungkinan baret karena smartphone ini sering disatukan bersama uang logam atau tergesek kunci saat disimpan di saku celana. Saran saya, lebih baik Gadgeteers segera pasangkan screen protector biar kemulusan layarnya tetap terjaga.

Xiaomi Redmi 5A - front

Untuk navigasi, ada 3 tombol kapasitif di dagu smartphone yang sayangnya tidak dilengkapi dengan backlight dan agak merepotkan jika smartphone ini akan dipakai dalam gelap.

Secara keseluruhan desain Xiaomi Redmi 5A ini biasa saja. Bobot yang ringan, dimensi yang imut-imut dan sudut-sudut yang membulat memang membuat smartphone ini terasa enak digenggam menggunakan satu tangan. Meskipun campuran bahan polikarbonat yang digunakan pada bagian belakang masih menyisakan kesan ‘ringkih’ tapi dengan layar 5” yang kini jadi terasa kecil di tengah-tengah serbuan smartphone berlayar besar, apakah cukup memuaskan untuk Gadgeteers? Komentar di bawah ya..

Layar

Xiaomi Redmi 5A - Display vs Sharp R1

Xiaomi Redmi 5A dibekali layar 5-inch IPS dengan resolusi HD 720p. Dengan kerapatan 294 ppi, sebenarnya layar Redmi 5A masih tergolong cukup tajam dan nyaman dipandang. Saya coba bandingkan layarnya dengan layar smartphone Sharp R1 dan kegonjrengan layar Redmi 5A ini mulai pudar. Di sini saya tidak akan memilih lebih bagus yang mana karena selera visual masing-masing orang berbeda. Buktinya saat saya lempar foto adu layar ini di Instagram @GadgetGaul, yang jawab lebih bagus layar yang mana, hasilnya nyaris imbang.

MIUI

Yang menarik saat bahas tampilan layar di smartphone Rp1 jutaan ini adalah kustomisasi yang terbilang lengkap untuk ukuran smartphone sekelasnya. Temperatur layar bisa diatur sesuai keinginan plus ada pilihan untuk meningkatkan kontras. Mode reading juga tersedia untuk mengurangi cahaya biru di layar yang membuat mata cepat lelah. Yang tidak kalah menarik, menyalakan layar Xiaomi Redmi 5A juga bisa dengan ketuk layar 2x alias double tap to wake. Dukungan 10 titik sentuhan juga membuat layar smartphone ini terasa responsif untuk sekedar mengetik atau mengecek Instagram gebetan.

Xiaomi Redmi 5A - MIUI 9

Iya, kustomisasi yang banyak ini tentu tidak lepas dari peran perangkat lunak yang dipakai di Redmi 5A, apalagi kalau bukan ROM kebanggaan Xiaomi yaitu MIUI. Berjalan dengan MIUI 9 yang berbasis Android Nougat 7.1.2, Xiaomi Redmi 5A punya segudang fitur kekinian yang mungkin tidak akan Gadgeteers temukan di smartphone sekelasnya. Mulai dari tema, termasuk iconpack dan wallpaper yang segunung, gesture screenshot 3 jari, fitur second space yang memungkinkan kita untuk punya dua setup berbeda dalam sebuah perangkat, dual apps untuk bisa memakai dua akun di satu aplikasi yang sama seperti Facebook & WhatsApp sampai fitur sepele tapi cukup dibutuhkan yaitu shortcut senter dan Mi Remote yang bisa diakses langsung dari lockscreen.

Iya, Gadgeteers tidak salah, dengan harga semurah ini Xiaomi tetap bermurah hati memberikan fitur IR blaster di Redmi 5A. Fitur yang sangat berguna buat Gadgeteers yang sering kehilangan remote AC atau TV. Database-nya juga seabrek, hampir semua perangkat elektronik yang ada di rumah saya bisa di-remote menggunakan smartphone ini.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Kurang Peka? Coba Latih Kepekaanmu dengan Game Kode Keras Cewek ini

Xiaomi Redmi 5A - Mi Remote Permission

Awalnya saya tidak ada masalah menggunakan Mi Remote ini tapi semenjak baca tweet ini, saya mulai menaruh curiga dengan aplikasi buatan Xiaomi ini. Coba pikir deh, untuk apa sebuah aplikasi remote control minta permission ke microphone, location, kamera, dll? Apakah Mi Remote ini diam-diam merekam suara dan aktivitas kita? Saya pun coba untuk menonaktifkan salah satu permission dan Mi Remote ini tetap berfungsi secara normal. Jadi sekali lagi, buat apa sebuah aplikasi remote control minta permission sebanyak ini?

Selain Mi Remote, ternyata ada beberapa bloatware yang diboyong di MIUI 9 ini, Mulai dari Security yang isinya beragam tools untuk hapus cache aplikasi, clear RAM, monitor baterai dan tool scanning untuk deteksi aplikasi yang beresiko bawa malware lalu ada Mi Community dan MIUI Forum yang kurang lebih isinya sama, kumpulan thread dan forum komunitas MIUI. Beberapa aplikasi lokal turut diboyong di smartphone ini yaitu Caping dan PicMix. Well, mungkin ini salah satu upaya Xiaomi Indonesia memenuhi persyaratan TKDN dengan boyong aplikasi karya anak bangsa di Redmi 5A. Bloatware sebanyak itu membuat penyimpanan internal yang hanya 16GB jadi terasa sesak. Untungnya aplikasi bawaan tadi Gadgeteers uninstall dengan bebas kalau memang tidak dipakai.

Kinerja

Xiaomi Redmi 5A - Infrontilt Launch Acceleration

Buka tutup dan berpindah antar aplikasi terasa cukup smooth. Responsifnya kinerja hardware Xiaomi Redmi 5A ini juga ditunjang dengan optimasi MIUI 9 yang disebut Infrontilt Launch Acceleration untuk mempercepat proses menjalankan suatu aplikasi dan yang tidak kalah menarik mode split screen juga bisa dipakai di Redmi 5A jadi bisa buka blog sambil menonton YouTube bersaman, fitur mewah yang jarang ada di smartphone Rp1 jutaan yang di Indonesia saat ini masih jarang menggunakan sistem operasi Android Nougat.

Sayangnya MIUI 9 yang kaya fitur ini kurang bersahabat dengan RAM 2GB. Free RAM normalnya selalu di bawah 1GB dan kalau terlalu buka banyak aplikasi maka hal tersebut akan menurunkan performa Xiaomi Redmi 5A yang kadang terjadi force close dan hang sesaat, terutama untuk aplikasi yang penggunaan RAM-nya lumayan besar seperti Instagram. Kalau sudah terjadi seperti ini, Gadgeteers bakal harus sering clear RAM dari recent apps supaya kinerjanya kembali ngebut lagi. Untuk skor benchmark, Xiaomi Redmi 5A tidak terpaut jauh dengan smartphone dengan chipset Snapdragon kepala 4 lainnya, masih di bawah 50 ribu.

Xiaomi Redmi 5A - AOV game

Performa gaming juga masih kategori lumayan. Game-game dengan grafis HD seperti Asphalt 8 dan Arena of Valor (AOV) dapat dimainkan dengan lumayan lancar. Lumayan? Tidak bisa dibilang sangat lancar karena tidak jarang saya menemukan lag dan frame drop. Ya harap maklum, dengan GPU Adreno 308 dan RAM 2GB, Gadgeteers memang tidak bisa berharap lebih dengan performa gaming Redmi 5A ini. Belum berhenti di situ saja, saya merasa akselerometer Redmi 5A terasa tidak responsif saat main Asphalt. Ketika saya harus membelokan mobil di tikungan contohnya. Akselerometer yang fungsinya untuk ubah orientasi pergerakan subjek dalam game kadang tidak berfungsi dengan normal dan ujung-ujungnya mobil saya menabrak obstacle.

Kamera

Kualitas kamera biasanya menjadi hal yang dinomorsekiankan untuk smartphone entry level. Saya pun agak skeptis melihat spesifikasi kamera Xiaomi Redmi 5A di atas kertas dengan resolusi 13MP dan bukaan lensa f/2.2 ini. Masih andalkan Mi Camera, menu di aplikasi ini cukup intuitif untuk dioperasikan. Tombol shutter cukup responsif, begitu juga dengan teknologi autofokusnya yang menggunakan PDAF. Saat mencobanya di luar ruang dengan kondisi cahaya berlimpah, kualitas gambar yang dihasilkan cukup tajam dengan reproduksi warna yang cukup kaya. Detail yang ditampilkan juga terbilang sangat baik untuk smartphone dengan harga Rp1 jutaan.

Xiaomi Redmi 5A - Camera

Performa HDR Xiaomi Redmi 5A ini juga luar biasa untuk menghasilkan foto-foto langit dan gedung yang Instagram-able. Namun ada sedikit keluhan di mode HDR ini, proses pengambilan gambarnya sangat lama, bahkan mesti menunggu sekitar 10 detik. Oke, mungkin waktu selama itu untuk mengolah warna dan kontras foto dan memang hasil foto HDR-nya paling cakep dibandingkan dengan smartphone Rp 1 jutaan lainnya. Di sini saya membandingkannya dengan kamera Moto C Plus dan Sharp R1.

Topik Hot Lainnya:   [REVIEW] Guvera: Hadirkan Lebih Banyak Hiburan Musik di Genggaman

Saya cukup apresiasi begitu berartinya optimasi software di Mi Camera untuk sebuah kamera smartphone Rp 1 jutaan yang sensornya juga tidak terlalu bagus. Di luar ruangan dengan cahaya cukup, dan memotret berkali-kali, hasilnya memang terlihat baik tapi lain cerita jika di dalam ruangan, hasilnya biasa saja. Noise-noise kecil masih menghantui, dan detail objek menurun.

Xiaomi Redmi 5a - Camera Manual

Untuk foto-foto di malam hari, kamera Xiaomi Redmi 5A memang tidak bisa menangkap foto sebaik smartphone flagship tapi setidaknya bisa diakalin untuk mendapatkan hasil foto lowlight yang lebih baik dengan menyalakan led flash atau pake mode HTT yang akan menurunkan kecepatan shutter sehingga cahaya masuk lebih banyak dan menyesuaikan tingkat ISO-nya. Kamera smartphone Rp1 jutaan ini juga miliki mode manual tapi sayang parameter kamera yang bisa diatur hanya sebatas ISO (hingga 3200) dan white balance.

Sementara kamera depan 5MP-nya menurut saya cukup baik dipakai untuk swafoto di luar ruangan yang cahayanya juga melimpah. Beberapa kali saya swafoto pake Redmi 5A hasilnya kebanyakan nge-blur karena setelah memotret, saya buru-buru buka preview jadi saran saya, setelah tekan tombol shutter, tunggu sekitar 2-3 detik supaya hasilnya lebih stabil.

Xiaomi Redmi 5a - Selfie Camera

Untuk mode perekaman video, kamera smartphone Rp1 jutaan ini sudah mendukung resolusi Full HD. Hasilnya? Ya biasa-biasa saja. Absennya EIS apalagi OIS membuat video yang diambil seperti kena efek gempa bumi. Hadirnya mode time lapse sedikit jadi nilai tambah kamera video Xiaomi Redmi 5A ini.

Audio

Speaker di bodi belakang Xiaomi Redmi 5A ini punya keluaran audio yang cukup lantang meski agak pecah saat volume di-set maksimal. Suara yang keluar dari speaker hanya keluar dari sisi kiri, sementara sisi kanan hening.

Xiaomi Redmi 5A - audio speaker

Baterai
Untuk menunjang segala fitur yang diusungnya tadi, Xiaomi Redmi 5A dibekali baterai tanam dengan kapasitas 3000 mAh. Awetkah? Cabut charger jam 6 pagi, dibawa pergi ke kantor, cek surel, update info di media sosial, sesekali streaming YouTube, main AoV sekitar 5 match (tidak berturut-turut), tes foto/video secara intensif, baterai Redmi 5A masih menyisakan 23% pada jam 7 malam. Kalau dikalkulasikan dalam screen on time, baterai Redmi 5A ini bisa tahan hingga 6 jam.

Karena belum puas, saya coba benchmark baterainya  dan hasilnya battery life smartphone Rp1 jutaan ini punya ketahanan hingga 11 jam. Awetnya baterai Redmi 5A tentu tidak lepas dari layar dengan resolusi mungil, prosesor hemat energi dan manajemen baterai di MIUI 9 yang lebih baik dari MIUI versi sebelumnya. Untuk mengisi ulang daya, charger bawaannya punya output 1A yang tidak mendukung fast charging. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk isi ulang baterai dari 3% sampai penuh.

Xiaomi Redmi 5A - Screen on Time

Kesimpulan

Oke, jadi kesimpulannya Xiaomi Redmi 5A ini cocok untuk siapa sih? Bagi saya, smartphone Rp1 jutaan ini bisa djadikan kado spesial untuk keluarga yang sebelumnya pake feature phone dan ingin move on ke smartphone dengan konektivitas 4G yang tentu lebih ngebut. Smartphone ini juga cocok buat pelajar atau mahasiswa yang kantongnya kering tapi ingin punya smartphone Android 4G yang cukup untuk bermain game-game ringan dan bonus kamera yang mampu menghasilkan gambar yang tidak malu-maluin untuk di-posting di Instagram. Untuk orang tua? Rasanya lebih cocok ambil Xiaomi Redmi Note 5A karena punya layar lebih lebar dibandingkan dengan Xiaomi Redmi 5A mengingat layar smartphone yang kecil akan menyusahkan mereka untuk membaca dan mengoperasikannya.

Memang harga yang murah membuat ada banyak fitur yang dipangkas di smartphone ini, mulai dari absennya fingerprint sensor dan gyroscope untuk kebutuhan virtual reality. RAM yang hanya 2GB dan kapasitas penyimpanan internal 16GB akan terasa kurang jika Gadgeteers install banyak aplikasi dan games. Saat RAM dan penyimpanan kepenuhan, efeknya tentu kinerja smartphone yang menurun.

Xiaomi Redmi 5A - Harga Jual Indonesia

Perlu kamu ketahui, harga Rp999 ribu adalah harga khusus di Lazada dan Mi Authorized Store dengan jumlah stok yang sangat terbatas. Sementara di outlet-outlet Erafone, Gadgeteers bisa mendapatkannya dengan harga Rp1.2 juta, juga dengan stok yang terbatas. Di luar ketiga tempat tersebut, harga Xiaomi Redmi 5A bisa menjadi sangat liar hingga di angka Rp1.5 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + ten =