Beranda Berita

Selamat Tinggal, RapidShare!

4
0

Di antara berbagai layanan penyimpanan online yang bertebaran saat ini, RapidShare adalah salah satu dedengkot yang sarat akan pengalaman. Namun kiprah 13 tahun RapidShare harus terhenti sampai di sini. Melalui situs resminya, RapidShare mengumumkan rencana tersebut efektif pada 31 Maret 2015.

Dalam pengumumannya tersebut, RapidShare meminta seluruh pelanggannya untuk mengamankan data penting yang tersimpan di hosting mereka. Sebab setelah 31 Maret seluruh akun dan data yang ada otomatis akan terhapus secara permanen.

rapidhsare-dead-1

Sayangnya RapidShare tak membeberkan apa yang menjadi alasan penutupan tersebut. Sehingga memunculkan asumsi yang beragam di berbagai media. Secara umum banyak orang sepaham bahwa RapidShare sudah tidak mampu bersaing dengan layanan serupa lainnya.

Sebagai gambaran. RapidShare mematok harga hampir Rp 8,5 juta untuk berlangganan penyimpanan sebesar 300GB. Bandingkan dengan Dropbox yang berani memberikan 1TB kepada pelanggan baru hanya dengan biaya Rp 1,1 juta. Tak pelak, banyak pengguna RapidShare yang berpaling ke Dropbox atau layanan lain yang berani jor-joran harga.

Layanan RapidShare sempat booming pada tahun 2010, mereka didapuk masuk dalam 50 situs paling sering disinggahi di internet. Saat itu layanan RapidShare masih gratis, ada juga yang premium. Tak berapa lama RapidShare dihantam badai pelanggaran hak cipta karena sulitnya mengendalikan konten yang diunggah oleh penggunanya.

Perombakan besar-besaran pun dilakukan termasuk dengan mengganti seluruh karyawan dan menghapus layanan gratis. Tetapi tampaknya keputusan itu tak mengubah keadaan, justru ketiadaan layanan gratis membuat popularitas RapidShare kian jeblok.

via Gizmodo.com
featured image via afterdawn.com

Topik Hot Lainnya:   Google Ajak Kamu Memilih Nama yang Cocok untuk Android N

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 3 =