Beranda Tips

Tips Menghindari Macet Menggunakan Google Maps dan Waze

1387
0

Bila Gadgeteers tinggal di kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Kemacetan merupakan hal yang biasa, namun kadang sesuatu yang biasa tersebut kerap membuat kesal. Nah, sekarang ini zaman sudah berubah. Kita bisa mengetahui beberapa daerah yang sedang macet, dan bagaimana cara melewati kemacetan tersebut dengan mengambil jalan alternatif lainnya. Dengan bantuan aplikasi Waze dan atau Google Maps ini, kita bisa melakukannya.

Google Maps merupakan aplikasi yang biasanya dari awal sudah ada di dalam perangkat Gadgeteers. Jadi tidak harus susah-susah payah mengunduh aplikasi tersebut di Google Play. Saat ini Google Maps menyediakan informasi lalu lintas di 23 kota di Indonesia yaitu di antaranya adalah Surabaya, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Batam, Pekanbaru, Bogor, Bandar Lampung, Padang, Denpasar, Malang, Samarinda, Tasikmalaya, Yogyakarta, Surakarta, Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, dan Bandung.

google-mapsjagatreview.com

Pada saat pertama kali membuka aplikasi, Gadgeteers akan disuguhkan menu awal dengan tampilan lokasi di mana kita berada. Gadgeteers bisa menekan tombol di atas kiri layar ponsel untuk menampilkan beberapa fitur dari Google Maps. Lalu kita akan menyadari bahwa jalan-jalan yang terdapat dalam tampilan Google Maps ini berwarna-warni. Nah, pada hakikatnya, warna tersebut memiliki arti.

mapz-640x361arstechnica.net

Arti dari warna hijau itu berarti lalu lintasnya lancar, oranye itu padat atau sedikit macet, lalu merah pertanda bahwa lalu lintas sedang macet, dan terakhir merah marun menandakan bahwa lalu lintas di jalan tersebut sedang macet total.

Bila ingin pergi mencari jalan tersebut, Gadgeteers bisa menekan icon mobil (bila sudah mencari lokasi tujuan, bila belum cari terlebih dahulu). Biasanya, Google Maps akan menampilkan beberapa opsi pilihan menuju tujuan Gadgeteers tersebut, yang menariknya terdapat estimasi waktunya juga. Gadgeteers bisa memilih salah satu opsi dari pilihan yang disajikan Google Maps tersebut, dengan catatan lihat dulu keseluruhan rute yang disajikan olehnya, karena bisa saja terdapat rute yang sangat asing atau mungkin macet sekali.

Topik Hot Lainnya:   Asah Insting Berbisnis dengan 5 Game Simulasi Bisnis di Android dan iOS ini

Tips Menghindari Macet dengan Memanfaatkan Waze

Lalu selanjutnya adalah Waze. Sebenarnya kedua aplikasi ini sama-sama mempunyai fitur navigasi. Namun terdapat perbedaan di kedua aplikasi ini. Bila Google Maps bisa dibilang merupakan navigator sejati, maka Waze tidak seperti itu. Aplikasi ini memiliki keunggulan tersendiri dari pada Google Maps dari aspek sosialnya.

Perbedaan yang cukup signifikan dari Google Maps adalah Waze lebih mengedepankan fitur pencarian dan navigasi panduan rute untuk kendaraan pribadi, berbeda dengan Google Maps yang bisa juga menampilkan kendaraan umum seperti bus dan kereta.

wazteplaytoko.com

Cara penggunaannya hampir sama seperti Google Maps. Ketika membuka aplikasi ini, tampilan yang akan keluar pertama kali adalah titik lokasi Gadgeteers berada. Seperti yang bisa Gadgeteers lihat di atas, itu merupakan tampilan interface dari Waze. Cukup penuh bukan? Yap, aplikasi ini sangatlah bergantung pada banyaknya aktivitas pengguna di setiap kota. Sehingga bisa dibilang informasi yang di dapat juga akan lebih cepat datang. Lima kota terbesar pengguna Waze di Indonesia ialah Jakarta, Yogyakarta, Medan, Bandung, dan Denpasar.

gmpasevercoss.com

Bila Gadgeteers hendak pergi ke suatu tempat, cukup pilih menu navigasi saja dan tuliskan nama tempat yang dituju. Nantinya Waze akan memberikan rute yang terpendek dan paling cepat, namun itu pun tidak terpaku sama seperti Google Maps. Kita bisa memilih rute lain bila sekiranya rute tersebut tidak cocok dengan apa yang Gadgeteers ketahui.

Pemilihan rute yang diberikan oleh Waze ini bisa Gadgeteers atur di pengaturan. Apakah nantinya Waze akan memberikan jalur yang cepat sebagai prioritas (walau jauh) atau jalur yang pendek sebagai prioritas (walau macet dan lama). Hampir sama seperti Google Maps, Waze pun memiliki tampilan warna jalan yang berbeda-beda. Warna-warna tersebut yaitu tidak berwarna atau abu menandakan bahwa lalu lintas sedang lancar, lalu warna kuning menandakan bahwa lalu lintas padat atau sedikit macet, dan selanjutnya adalah oranye, merah, sampai merah marun untuk macet, semakin tua warna tersebut menandakan bahwa lalu lintas di jalan tersebut semakin parah atau total.

Topik Hot Lainnya:   5 Folder Windows yang Tidak Boleh Dihapus

Waze-bb-08-Report-Trafficbeebom.com

Gadgeteers pun akan melihat beberapa icon di jalanan. Ada yang bergambar polisi berkumis, mobil berbaris, dan lain sebagainya. Icon-icon tersebut menandakan apa yang sedang terjadi di jalan tersebut. Dengan adanya traffic report tersebut kita tidak akan terlalu penasaran dengan hal apa yang membuat jalan yang biasa Gadgeteers lalui menjadi macet padahal biasanya tidak.

featured image via Todaysiphone.com

diedit oleh WN