Beranda Berita

Tren Konsumen 2015 Menurut Ericsson

11
0

Tahun 2014 sudah berlalu dan Ericsson ConsumerLabs melalui laporan tren tahunan edisi ke-empat melaporkan tren konsumen yang akan menjadi hits di tahun 2015 bahkan seterusnya. Hal tersebut terungkap saat Ericsson Indonesia memperkenalkan presiden direktur barunya, Thomas Jul. Pria berkewarganegaraan Denmark yang sebelumnya pernah menjabat sebagai presiden direktur Ericsson Austria tersebut efektif memimpin bisnis Ericsson di Indonesia sejak Desember 2014 silam.

Ericsson-Indo-Thomas-Jul-GG

Michael Bjorn, Kepala riset Ericsson ConsumerLabs mengatakan, “Efek kumulatif dari smartphone yang menjadi bagian dari masyarakat umum sangat mengagumkan. Sebagai konsumen, kami mencoba aplikasi-aplikasi baru dan memisahkan aplikasi yang mungkin nantinya bisa ditingkatkan, diperkaya atau bahkan memperpanjang hidup kita pada kecepatan tinggi yang bahkan tidak disadari bahwa sikap dan perilaku kita berubah lebih cepat dari sebelumnya.”

“Layanan dan produk yang dulunya berada di luar imajinasi kini lebih mudah diterima dan dipercaya untuk masuk ke pasar. Dengan waktu hanya lima tahun dari sekarang untuk masuk sampai ke tahun 2020, masa depan kini terlihat lebih dekat daripada sebelumnya,” tambah Michael Bjorn.

Laporan ini merupakan hasil dari program riset global Ericsson ConsumerLabs yang memiliki fokus pada pemilik smartphone umur 15-69 tahun di Johannesburg, London, Mexico City, New York, Moscow, San Francisco, Sao Paulo, Shanghai, Sydney dan Tokyo yang secara statistik merepresentasikan pandangan dari 85 juta pengguna internet.

Inilah tren konsumen 2015 menurut Ericsson :

  • Streaming Lebih Disukai Dibandingkan Siaran TV
    Sejak 2011 Ericsson mengamati kebiasaan dan tingkah laku anak muda umur 19-45 tahun di Brazil, Tiongkok, Jerman, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Taiwan, Inggris dan Amerika Serikat. Pada tahun 2011 hanya 61% dari mereka yang menonton streaming beberapa kali dalam seminggu sedangkan pada tahun 2014 angka tersebut meningkat hingga 80% melampaui mereka yang menonton siaran TV pada angka 77%.
  • Perangkat Wearable
    Sekitar 1 dekade lalu orang berkomunikasi dengan telepon, SMS dan email. Beberapa tahun terakhir aplikasi chatting, media sosial dan video call jadi pilihan cara berkomunikasi populer. Hasil survei Ericsson pada Oktober 2014 pada 5.024 pengguna iPhone dan Android di Johannesburg, London, Mexico City, Moscow, New York, San Francisco, Sao Paulo, Shanghai, Sydney dan Tokyo menunjukan bahwa 40% pengguna smartphone ingin perangkat wearable yang dapat membantu kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan berpikir tanpa perlu banyak mengetik. Angka tersebut diprediksi meningkat hingga 69% pada tahun 2020.
  • Dompet Digital
    48% dari 5.024 pengguna iPhone dan Android di Johannesburg, London, Mexico City, Moscow, New York, San Francisco, Sao Paulo, Shanghai, Sydney dan Tokyo menginginkan agar mereka dapat melakukan pembayaran menggunakan smartphone sementara ada sepertiga dari mereka menanggap smartphone seharusnya sudah dapat menggantikan uang tunai. Ketika ditanya mengenai tahun 2020 maka hasilnya 80% mereka percaya saat itu smartphone sudah dapat menggantikan uang tunai sebagai alat pembayaran
  • Ekonomi Berbagi
    Kepopuleran AirBnB dan Nebengers adalah sebagian contoh meningkatnya tren berbagi di antara masyarakat saat ini yang mendapat dukungan dari aplikasi pada smartphone. Mengizinkan orang lain menggunakan sesuatu yang tidak sedang kita gunakan akan menghemat sumber daya. Ericsson melihat konsumen menganggap penghematan sumber daya dari ekonomi berbagi lebih penting dibandingkan dengan uang yang dihasilkan dari sana.
  • Hidup Lebih Lama
    Tak bisa dipungkiri, seiring dengan peningkatan ekonomi dunia maka kesadaran masyarakat akan kesehatan juga akan semakin tinggi. Konsumen percaya menggunakan perangkat wearable pengatur kadar stress mampu memberikan tambahan hidup rata-rata 2 tahun lebih lama dan perangkat wearable yang berhubungan aktivitas fisik akan menambah umur rata-rata 1.9 tahun.Pengukuran kalori, garam dan bumbu yang tidak sehat dipercaya akan menambah angka harapan hidup rata-rata hingga 1.8 tahun. Bantal yang mampu memonitor pola tidur berpotensi membantu menambah umur seseorang rata-rata 1.1 tahun. Terakhir, ide untuk mobil yang dapat berjalan sendiri dan arus lalu lintas yang dapat dikendalikan dengan internet diharapkan mampu memberikan tambahan angka harapan hidup rata-rata hingga 6 bulan.
Topik Hot Lainnya:   OnePlus 3 Bakal Disibak pada 15 Juni