Beranda Review

Unboxing & Quick Review ASUS Zenfone 2

12
0

ASUS kembali merilis jajaran smartphone flagship nya yaitu Asus Zenfone 2. Bagi yang tidak familiar, mungkin akan bertanya-tanya mengapa setelah merilis Zenfone 4,5, dan 6, Asus malah merilis Zenfone dengan nomor lebih kecil. Apakah ini sebuah downgrade?

Well, @GadgetGaul juga tidak punya jawaban soal angka, namun dengan hanya melihat spesifikasi Zenfone 2 di atas kertas, kita bisa paham bahwa smartphone terbaru milik ASUS ini merupakan upgrade total dari seri sebelumnya. Apa saja kelebihannya? Kita akan bahas di bawah, namun sebelumnya kita bahas apa saja yang menjadi kelemahan dari ASUS Zenfone 2.

‘Hot’ Items


@GadgetGaul berkesempatan menguji coba pemakaian ASUS Zenfone 2 seri ZE551ML dengan spesifikasi sebagai berikut :

 2.3GHz Quad-core Intel Atom Z3580, 4GB RAM, 32GB internal storage, 13MP f/2.0 rear camera with autofocus + 5MP wide-view front camera, PowerVR G6430 GPU, WiFi b/g/n/ac, Bluetooth 4.0, NFC, GPS/GLONASS, LTE 900MHz/1800MHz, USB, Dual Microphone with noise cancellation, Dual microSIM card, 3.000mAh non-removable Li-Polymer battery, 5.5-inch (1920×1080,403ppi) IPS with Corning Gorilla Glass 3, Android 5.0 Lollipop with ZenUI 2.0

Sensor : G-Sensor, E-Compass, Gyroscope, Proximity, Ambient Light Sensor
Dimensi : 77.2 x 152.5 x 3.9 ~ 10.9 mm (WxDxH)
Bobot : 170 g
Harga resmi : Rp3.999.000

Sekilas dari spesifikasi di atas dapat terlihat bahwa Zenfone 2 bakal memiliki kinerja yang superior dibandingkan dengan para pesaing di kelasnya. Namun, setidaknya ada 3 hal yang menurut kami merupakan kelemahan Zenfone 2 :

  1. Posisi tombol yang janggal
    Jika biasanya tombol volume diletakkan di bagian sisi smartphone, maka Zenfone 2 meletakkan tombol volume di bagian belakang, dekat dengan kamera. Bisa dipahami jika ASUS menginginkan pengguna untuk menggunakan telunjuk pada saat menggenggam smartphone dengan satu tangan. Namun akan terasa aneh jika smartphone dipegang dalam posisi mengetik dengan dua tangan. Ditambah lagi, jika tombol volume digunakan sebagai pengatur zoom pada kamera. Silahkan bayangkan sendiri keanehannya.
  1. Overheat
    Seandainya Zenfone 2 adalah manusia, maka bisa dibilang penyakit genetik yang turun temurun dari satu generasi ke yang lainnya adalah masalah overheat. @GadgetGaul mencoba menyalakan WiFi dan menggunakan Zenfone 2 untuk bermain heavy games. Terasa lebih hangat dibandingkan dengan smartphone sekelasnya yang lain. Dugaan kami, prosesor Intel Atom yang digunakan ASUS masih belum memperbaiki masalah overheat ini sekalipun telah meng-upgrade kecepatannya menjadi sekitar 2 kali lipat.
  1. Baterai Boros
    @GadgetGaul mencoba menggunakan Zenfone 2 untuk penggunaan media sosial standar seperti Twitter, Facebook, dan Path secara signifikan. Dan daya baterai smartphone teranyar Zenfone 2 yang berkapasitas 3000 mAh ini pun turun dari 100% menjadi 63% dalam waktu 3 jam saja. Untungnya soal baterai ini, ASUS sudah mencoba mengatasi dengan adanya sistem Quick Charging. @GadgetGaul mencoba charge Zenfone 2 dan dalam 15 menit, baterai terisi dari 0% menjadi 50%.
Topik Hot Lainnya:   Kuota Internetan XL Dapat Dipakai di 9 Negara Berbeda

Sejauh ini, 3 hal di atas adalah kelemahan yang paling @GadgetGaul rasakan saat mencoba Zenfone 2. Mungkin dalam perkembangan ke depannya, ASUS akan memperbaiki 3 sektor ini. Namun jika Gadgeteers tidak merasa bahwa tiga hal ini adalah masalah yang serius, Zenfone 2 memiliki segudang kelebihan lainnya yang tentunya dapat membuat Gadgeteers melupakan tiga kelemahan di atas.

Apa saja? Mari kita bahas satu per satu.

See What Others Can’t See


ASUS tidak main main ketika mereka menetapkan kalimat di atas sebagai slogan Zenfone 2. Menggunakan Zenfone 2 untuk beragam kebutuhan memang adalah sebuah pengalaman yang baru dapat dipercaya dengan mencobanya sendiri.

Kita mulai dari desain bodi-nya yang sekalipun menggunakan bahan plastik, terasa sangat kokoh. Layar IPS Full HD sebesar 5,5-inci menguasai 72% dari keseluruhan ukuran body smartphone. Tertinggi di kelasnya. Ketajaman layar setinggi 403 ppi nya pun dilapisi oleh Gorilla Glass 3 yang anti gores. Meskipun tebal, ASUS telah menanamkan ketajaman sensitivitas layar sentuh sehingga dengan mengaktifkan ‘Glove Mode’, Gadgeteers tetap dapat menggunakan layar sentuh sekalipun menggunakan sarung tangan.

Soal kinerja, ASUS Zenfone 2 seri ZE551ML sudah tidak perlu lagi diragukan. Bersenjatakan prosesor Intel Atom quad-core 2.3 GHz 64-bit, dan GPU PowerVR 6430 533 MHz, serta RAM 4GB, hingga saat ini melalui beragam pengujian kami belum menemukan sedikit pun crash, atau pun lag. Multitasking sebanyak 20 aplikasi dan games sekaligus pun masih terasa sangat lancar. Dukungan 4G LTE juga sudah ada pada smartphone teranyar ASUS ini berikut dengan 5 Laser Direct Structuring Antennas yang menjaga kestabilan penerimaan sinyal. Pada saat uji coba, @GadgetGaul masih mendapatkan sinyal di area-area yang sebelumnya dengan smartphone lain tidak menjangkau sinyal. Ajaib bukan?

Topik Hot Lainnya:   (REVIEW) Flip The Gun, Bidik dan Tembak untuk Meraih Skor Tertinggi

ASUS Zenfone 2 back
Lain lagi cerita yang dibawakan oleh kemampuan kamera Asus Zenfone 2. Berkat kamera PixelMaster beresolusi 13 MP dengan aperture (bukaan) f/2.0 yang dimilikinya, Zenfone 2 mampu menangkap detil objek foto sekalipun berada di tempat dengan pencahayaan redup. Flash dual tone yang menyertai kamera juga mampu memberikan tone natural atas warna obyek foto, berbeda dengan overexposure yang sering terjadi ketika Gadgeteers memotret menggunakan flash camera biasa.

Front camera yang dimiliki oleh Zenfone 2 juga sangat berguna bagi mereka yang mencintai selfie. Berkat 5 MP camera dan segudang beautification app yang dimilikinya, tidak perlu lagi khawatir foto diri terlihat kurang menarik di foto. Ada satu fitur selfie panoramic yang juga dimasukkan ke dalam aplikasi kamera bawaan Zenfone 2 yang konon membuat Gadgeteers bisa selfie dengan lensa yang lebih wide.

Suara yang dihasilkan oleh ASUS Zenfone 2 terasa jernih saat @GadgetGaul mencobanya. Konon ASUS telah menanamkan sound enhancer yang membuat suara yang dihasilkan oleh smartphone ini menjadi yang terbaik di kelasnya. Bagi Gadgeteers yang mencintai musik, ini mungkin saat yang tepat untuk meng-upgrade smartphone.

ASUS Zenfone 2 Front

Selain fitur-fitur hardware di atas, ASUS juga telah menanamkan banyak aplikasi yang cukup membantu untuk memaksimalkan penggunaan smartphone, baik dari segi kinerja maupun keamanan. Seperti double tap untuk mengaktifkan smartphone. Single click Boost untuk memaksimalkan kerja RAM, ZenMove yang mengatur aktivasi aplikasi-aplikasi tertentu hanya dengan gerakan tangan sederhana hingga privasi yang lebih cerdas dari sebelumnya.

Untuk sebuah smartphone flagship, ASUS Zenfone 2 sangat menyenangkan untuk digunakan sebagai rekan kerja yang handal. Memang beberapa kekurangan yang dibahas di awal artikel ini dapat menjadi bahan pertimbangan Gadgeteers untuk memilihnya, namun dengan segudang fitur dan kelebihan yang dimilikinya, prediksi @GadgetGaul Zenfone 2 akan menjadi sebuah smartphone dengan umur yang panjang. Apalagi dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan kompetitornya, dan kemampuan menambah microSD hingga kapasitas 64GB, smartphone andalan ASUS ini bisa jadi merupakan gadget untuk investasi hingga 2 tahun ke depan.

Sekian first impression berdasarkan uji singkat @GadgetGaul untuk ASUS Zenfone 2. Tunggu video review komprehensif kami setelah sekitar satu minggu pemakaian di Youtube channel GadgetGaul. Jangan lupa subscribe supaya tidak ketinggalan dan sampai jumpa!