Beranda Berita

Wah, Menkominfo Berencana Berikan 1 Juta Domain .id Gratis

3
0

Heboh pemblokiran situs-situs bernuansa Islam radikal beberapa hari ini disebut-sebut ada hubungannya juga dengan ekstensi domain yang digunakan oleh pengelola situs. Sehingga kemudian Menkominfo kepada media mengaku akan mengalokasikan dana khusus sebagai kompensasi pemberian 1 juta domain .id secara cuma-cuma alias gratis.

Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa dana tersebut baru akan dianggarkan pada tahun 2016 mendatang, rencana awal akan ada satu juga domain .id yang akan diberikan kepada pemilik situs yang mau beralih dari ekstensi .com.

Menurut Menkominfo, dengan pengguna domain .id, maka kita bisa hitung berapa penghematan yang didapat atas penggunaan bandwidth internasional.

ayodibaca.com
ayodibaca.com

Saat ini, domain berekstensi .id kelas dua, misalnya .co.id dijual kisaran Rp100ribu-an, sementara untuk ekstensi kelas tinggi dibanderol kisaran Rp500ribu-an.

Namun menanggapi soal harga domain tersebut, Rudiantara berkeyakinan harganya tidak akan sama jika membeli borongan sejumlah 1 juta domain. Perhitungannya, 1 juta domain tersebut dengan alokasi Rp50miliar berarti berkisar di angka Rp50ribu per domain.

Meskipun terkesan boros, namun situs-situs berekstensi .id tidak akan menggunakan bandwidth internasional. Sehingga dampak positifnya akan berimbas pada biaya penggunaan bandwidth tersebut yang dalam jangka panjang justru memberikan bonafit berupa penghematan yang juga cukup signifikan.

Berbeda dengan penggunaan domain berekstensi misalnya, .com. Domain jenis ini akan mengakibatkan biaya penggunaan bandwidth internasional. Rudiantara juga meyakini akses domain .id akan lebih mudah dan cepat.

“Yang penting mekanisme ini didorong ke public domain. Jadi kita keluar Rp 50 miliar itu apakah bertahap atau apa. Daripada program yang gak jelas, kan ini jelas Rp 50 miliar buat web .id. Bukan berarti (program) yang sekarang gak jelas ya,” ujar pria yang kerap dipanggil Chief RA ini kepada Kompas Tekno.

“Rp 50 miliar itu tidak seberapa dibanding harus membayar bandwidth internasional yang jumlahnya bisa ratusan miliar. Kualitas dan kecepatan juga lebih bagus.” Pungkasnya.

Topik Hot Lainnya:   Robot Buatan Jepang Ini Laris Manis di Penjualan Perdana

via Tekno.kompas.com
featured image via blog.skerta.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 9 =